kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.857   -33,00   -0,18%
  • IDX 6.337   35,43   0,56%
  • KOMPAS100 829   6,30   0,77%
  • LQ45 632   4,70   0,75%
  • ISSI 219   2,04   0,94%
  • IDX30 353   2,32   0,66%
  • IDXHIDIV20 429   1,61   0,38%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,79   0,67%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Prabowo Targetkan 5.000 Jembatan Desa Rampung 2026


Jumat, 14 Agustus 2026 / 11:34 WIB
Prabowo Targetkan 5.000 Jembatan Desa Rampung 2026
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 2026 (Dok/TV Parlemen)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa rampung pada akhir 2026. Pembangunan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas desa sekaligus membuka akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa. Tidak boleh lagi anak-anak kita yang harus bertarung nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Klaim Sudah Hemat Rp 50 Triliun dari Penutupan BUMN, Target Rp 70 Triliun

Prabowo mengatakan hingga saat ini pemerintah telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI dan 874 jembatan desa yang dibangun oleh Polri. Dengan demikian, sebanyak 3.374 jembatan desa telah rampung.

Menurut Prabowo, pembangunan konektivitas desa menjadi penting karena kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa. Sektor tersebut ditopang oleh petani, nelayan, pedagang, pengrajin, perempuan, kepala keluarga, hingga anak muda yang membangun usaha di kampung masing-masing.

"Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa, pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, pengrajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita, dan anak-anak muda kita yang membangun usaha di kampung mereka sendiri," ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan pengalaman krisis moneter 1998. Saat bank-bank besar tutup dan banyak perusahaan bangkrut, ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan disebut tetap bertahan dan menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.

"Kita ingat waktu krisis 1998, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan bangkrut, banyak yang jual. Tapi ekonomi desa, ekonomi kerakyatan tetap kuat, kokoh," kata Prabowo.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus memperkuat konektivitas antardesa. Prabowo meminta pemerintah daerah mulai dari gubernur, bupati, camat hingga kepala desa mengecek wilayah masing-masing untuk memetakan kebutuhan jembatan.

"Kita berharap gubernur, bupati, camat, kepala desa semuanya mengecek desa-desanya di mana lagi dibutuhkan jembatan desa," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Bercanda soal Purbaya: Saya Umumkan Subsidi Ditambah, Beliau Mengkerut

Prabowo menegaskan pemerintah pusat akan turun tangan apabila pemerintah daerah tidak mampu mengatasi kebutuhan pembangunan jembatan tersebut.

Selain anak sekolah, Prabowo menilai konektivitas yang lebih baik juga penting untuk memudahkan petani dan masyarakat mengakses pasar. Dengan infrastruktur desa yang memadai, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan semakin produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×