Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah menghemat biaya hingga Rp 50 triliun dari langkah perampingan dan penutupan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menargetkan, penghematan tersebut meningkat menjadi lebih dari Rp 70 triliun hingga akhir 2026.
Prabowo mengatakan, penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya overhead yang dapat ditekan setelah pemerintah melakukan restrukturisasi BUMN, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan hingga perjalanan dinas.
“Dengan perampingan BUMN, hari ini saja kita telah hemat biaya overhead Rp 50 triliun hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Bank Emas Kelola 153 Ton Emas, Prabowo: Harus Beri Nilai Tambah Ekonomi Indonesia
Menurut Prabowo, efisiensi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran terhadap perusahaan negara. Pemerintah sebelumnya menemukan jumlah entitas BUMN yang mencapai 1.074 perusahaan, termasuk anak, cucu hingga cicit perusahaan.
Prabowo mengatakan, pemerintah menilai jumlah tersebut terlalu besar sehingga perlu dilakukan perampingan. Ia pun menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada 290 BUMN yang ditutup.
“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN,” kata Prabowo.
Pemerintah menargetkan, jumlah BUMN yang tersisa paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026. Dengan target tersebut, lebih dari 750 BUMN akan ditutup atau dilebur dalam proses restrukturisasi.
“Pada Desember 31 2026, kita target hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, tidak seluruh perusahaan negara akan dipertahankan. Menurutnya, pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang produktif dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Hanya yang produktif dan menciptakan nilai tambah pada rakyat akan dipertahankan,” tegasnya.
Ia mengatakan, perampingan BUMN tersebut dilakukan untuk menghilangkan berbagai biaya yang dinilai tidak produktif sekaligus memperbaiki tata kelola perusahaan negara.
Baca Juga: Prabowo Bercanda soal Purbaya: Saya Umumkan Subsidi Ditambah, Beliau Mengkerut
Prabowo bilang, penghematan Rp 50 triliun tersebut memiliki nilai yang besar apabila dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kita bisa bayangkan Rp 50 triliun berapa puskesmas yang diperbaiki, berapa sekolah bisa renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa berikan,” katanya.
Karena itu, Prabowo menargetkan efisiensi dari restrukturisasi BUMN dapat terus meningkat hingga akhir tahun.
“Target kita Desember kita harus hemat Rp 70 triliun lebih,” ujar Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
