kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis hingga 2029, Tampung 500.000 Anak


Senin, 12 Januari 2026 / 16:29 WIB
Prabowo Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis hingga 2029, Tampung 500.000 Anak
ILUSTRASI. Prabowo Subianto (KONTAN/KONTAN)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. 

Prabowo mengatakan, hingga hari ini pemerintah sudah berhasil membangun sekolah rakyat di 166 titik di 34 provinsi dan berhasil menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidikan. 

“Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai,” kata Prabowo dalam Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Senin (12/1/2026). 

Baca Juga: Nadiem Minta GoTo Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook

Bertalian dengan itu, Prabowo ingin tiap Sekolah Rakyat nantinya bisa menampung 1.000 siswa. Maka, total murid Sekolah Rakyat bakal mencapai 500.000 orang.

Adapun saat ini total murid Sekolah Rakyat sebanyak 15.000 orang dan ditargetkan terus bertambah hingga 30.000 orang di akhir 2026.

“Saya dilaporkan mungkin akhir tahun ini akan mencapai 30.000 (murid). Tapi ujungnya sasaran kita adalah tiap kampus Sekolah Rakyat adalah 1.000 murid, berarti sasaran kita nanti 500.000 murid,” ucap dia.

Prabowo pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta menteri dan menteri koordinator terkait lain yang bekerja keras agar program Sekolah Rakyat bisa terwujud.

Kepala Negara ingin di akhir masa kepemimpinannya di 2029, kemiskinan ekstrem bisa dihapuskan. Masyarakat yang ada di kategori desil 1 dan desil 2, kata presiden, harus diubah nasibnya.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029 bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” katanya.

Sekolah Rakyat adalah program bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Baca Juga: Resmikan 166 Titik Sekolah Rakyat, Prabowo: Saya Terkesima

Selanjutnya: Saham Big Bank Kompak Menguat, Hanya BBCA yang Terlempar ke Zona Merah

Menarik Dibaca: Era Digital Bikin Bisnis Harus Gesit, Ini Langkah Awalnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×