kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.863   17,00   0,10%
  • IDX 8.857   -79,36   -0,89%
  • KOMPAS100 1.222   -6,95   -0,57%
  • LQ45 863   -4,58   -0,53%
  • ISSI 323   -1,14   -0,35%
  • IDX30 439   -0,42   -0,10%
  • IDXHIDIV20 518   0,71   0,14%
  • IDX80 136   -0,77   -0,56%
  • IDXV30 144   -0,10   -0,07%
  • IDXQ30 141   0,49   0,35%

Mensos Gus Ipul Klaim Tak Ada Titipan Siswa di 166 Sekolah Rakyat


Senin, 12 Januari 2026 / 14:10 WIB
Mensos Gus Ipul Klaim Tak Ada Titipan Siswa di 166 Sekolah Rakyat
ILUSTRASI. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Istimewa/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengklaim bahwa sekolah rakyat akan dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. 

Gus Ipul bahkan menyebut pihaknya tidak pernah menerima titipan anak agar bisa menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. 

"Jadi, menteri sosial tidak bisa titip, menteri sosial tidak bisa menitipkan siapa pun yang bisa sekolah di sekolah rakyat," katanya dalam peresmian 166 titik Sekolah Rakyat dipantau secara daring, Senin (12/1/2026). 

Mensos menyebut hal itu bagian dari arahan Presiden bahwa tidak boleh ada kegiatan suap-menyuap dalam penerimaan siswa di Sekolah Rakyat. 

Baca Juga: 166 Sekolah Rakyat Diresmikan: Ini Dampak ke Pendidikan Nasional

"Inilah wujud nyata gagasan presiden, negara hadir membela yang lemah," ungkap Gus Ipul. 

Agar tepat sasaran, Kemensos melalui pendamping sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei langsung di lapangan untuk melihat kondisi keluarga calon siswa Sekolah Rakyat. 

Selanjutya, pendamping sesosila harus mendapatkan persetujuan dari kepala daerah untuk menetapkan anak tersebut sebagai siswa sekolah rakyat. 

Lebih lanjut Gus Ipul bilang bahwa sekolah rakyat memiliki kurikulum pembelajaran yang berbeda dengan sekolah biasa. 

Baca Juga: Gus Ipul: Sekolah Rakyat Tersebar di 166 Titik, Berhasil Tampung 15.954 Siswa

Menurutnya, seolah ini dibangun sebagai ekosistem perlindungan, ekosistem pumulihan, ekosistem pemberdayaan untuk melahirkan agen perubahan di masa depan. 

"Mereka yang ada di sekolah rakyat ini, mulai dari awal masuk ini hingga saat ini, selama 24 jam dalam sehari senantiasa mendapatkan pembelajaran. Sepanjang waktu adalah pelajaran, mulai dari hal yang paling mendasar," pungkas Gus Ipul. 

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul turut melaporkan bahwa saat ini Sekolah Rakyat sudah ada di 166 titik di 34 provinsi di Indonesia. 

Seluruh sekolah rakyat ini telah menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidikan. 

Baca Juga: 100 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi, Prabowo Pastikan Fasilitas Layak

Selanjutnya: Prospek Kinerja Hermina (HEAL) Dinilai Cerah Tahun 2026, Ini Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: Infinix Note Edge: LED Helo dan Desain Tipis Siap Tantang iPhone Air

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×