kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 18.002   78,00   0,44%
  • IDX 6.155   -86,50   -1,39%
  • KOMPAS100 801   -12,10   -1,49%
  • LQ45 613   -7,81   -1,26%
  • ISSI 212   -2,86   -1,33%
  • IDX30 340   -4,04   -1,17%
  • IDXHIDIV20 428   -1,70   -0,40%
  • IDX80 92   -1,40   -1,50%
  • IDXV30 116   -0,55   -0,47%
  • IDXQ30 110   -0,75   -0,68%

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Menteri Haji Soroti Kenaikan Harga Avtur


Senin, 28 September 2026 / 14:34 WIB
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Menteri Haji Soroti Kenaikan Harga Avtur
ILUSTRASI. Kemenhaj Tunda Seleksi PPIH Kloter dan PPIH Arah Saudi di Provinsi Sumut, Sumbar dan Aceh (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2027 berpotensi meningkat seiring dengan peningkatan harga avtur.

Hal tersebut disampaikan langsing oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (29/9/2026).

“Kalau biaya penyelenggaraan, biaya totalnya insyaallah pasti naik, karena dari segi avtur pun sudah luar biasa kenaikannya,” kata Irfan.

Baca Juga: Alasan BI Tak Kerek Suku Bunga: Kenaikan BI Rate 0,25% Bisa Tekan Ekonomi 0,1%

Menurut dia, pemerintah masih berupaya mencari skema agar kenaikan biaya penyelenggaraan haji tidak terlalu membebani jemaah.

Karena itu, Irfan juga meminta arahan Presiden terkait langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk menekan beban biaya yang harus ditanggung jemaah.

“Kita akan berusaha mencari, makanya saya tadi minta arahan Presiden bagaimana kita bisa tidak terlalu memberatkan kepada jemaah,” ujarnya.

Meski demikian, Irfan belum menyampaikan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang akan diusulkan pemerintah untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Menurutnya, angka tersebut masih dalam pembahasan bersama DPR.

“Nantilah, nanti kita sampaikan. Kita sedang diskusi terus dengan DPR tentang ini angkanya,” kata Irfan.

Irfan juga menjelaskan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan saat Presiden sebelumnya meminta agar biaya haji dapat ditekan. Saat itu, belum terjadi eskalasi situasi geopolitik di Timur Tengah seperti yang terjadi sekarang.

“Ya, minta turun karena kemarin belum ada situasi geopolitik Timur Tengah yang luar biasa ini. Makanya saya lapor kepada beliau tentang perkembangan terakhir,” ujarnya.

Dengan perkembangan tersebut, Irfan menyebut terdapat kemungkinan biaya haji 2027 mengalami kenaikan. Namun, pemerintah masih akan membahas besaran dan skema pembiayaannya bersama DPR. 

Sebelumnya, Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun depan resmi ditetapkan sebesar Rp 87,4 juta. 

Kesepakatan ini diambil dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama dengan Menteri Haji di Gedung Parlemen, Rabu (29/10/2025). 

"Kita akan mengambil keputusan terhadap besaran biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 87.409.366," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid dalam memimpin rapat. 

Sebelum mencapai kesepakatan ini, pemerintah dan DPR telah membahas besaran BPIH, Bipih, syarikah, biaya pesawat jemaah, hingga komponen pengadaan dalam penyelenggaraan haji 2026. 

Pada musim ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang. 

Kuota itu lalu dibagi menjadi 203.320 untuk haji reguler, petugas haji daerah (PHD), dan pembimbing haji, serta 17.680 untuk haji khusus. 

Pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH musim haji 2025 sebesar Rp 88.409.365,45 per jemaah di mana calon jemaah haji menanggung Rp 54.924.000. 

Dalam rapat, anggota DPR dan pemerintah akhirnya sepakat BPIH itu diturunkan sebesar Rp 2 juta. 

"Dari Rp 2 juta itu, Bipih yang dirasakan masyarakat sekitar Rp 1 juta koma sekian. Sisanya meng-cover komponen lain, seperti transportasi, konsumsi, dan akomodasi,” kata Marwan. 

Baca Juga: Gibran Minta Maaf Kepada Anak-Anak Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Batang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×