kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prabowo Minta Kampus Jadi Asisten Pemda Selesaikan Masalah Sampah hingga Tata Kota


Senin, 04 Mei 2026 / 19:36 WIB
Prabowo Minta Kampus Jadi Asisten Pemda Selesaikan Masalah Sampah hingga Tata Kota
ILUSTRASI. Pengolahan sampah di TPST BLE Banyumas (ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto meminta agar kampus-kampus di Indonesia berperan sebagai asisten bagi kepala daerah dalam mencari solusi teknis terkait penanganan sampah hingga penataan kota.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto usai melakukan rapat terbatas bersama Prabowo di Istana Negara, Senin (4/5/2026). 

Brian menyebut Kepala Negara telah memberikan arahan khusus mengenai optimalisasi sumber daya manusia di kampus untuk membantu pemerintah daerah (Pemda). Hal ini bertujuan agar kepakaran para akademisi dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas. 

Baca Juga: Surplus Dagang Terancam Menyempit, Ekonom Ungkap Penyebab Utamanya

"Presiden memberi petunjuk dan arahan bahwa kampus-kampus, terutama bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, bisa membantu Pemda. Misalnya penanganan sampah, program asri, hingga bagaimana pakar arsitektur membantu keindahan taman-taman," ujar Brian saat ditemui di kompleks Istana Negara, Senin (4/5/2026). 

Brian menjelaskan, Presiden secara spesifik menyoroti kebutuhan akan dukungan teknis dari para peneliti dan guru besar. Disiplin ilmu seperti teknik lingkungan dan teknik mesin diharapkan menjadi ujung tombak dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan modern di berbagai kabupaten/kota. 

Guna merealisasikan arahan tersebut, Kemendikti Saintek akan segera melakukan konsolidasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. 

"Kami akan konsolidasi dengan kampus-kampus supaya kampus A, ITB, atau UGM dan seluruh kampus membentuk tim untuk memberi masukan menyelesaikan masalah di daerah. Diharapkan nanti setiap daerah ada kampus yang memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerah," tambah Brian. 

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi untuk menyelaraskan antara kurikulum pengajaran dan fokus penelitian di tingkat pendidikan tinggi. Pemerintah menginginkan agar riset-riset yang dilakukan di kampus tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus memiliki nilai guna bagi pembangunan nasional dan daerah. 

Baca Juga: Hingga Awal Mei 2026, Realisasi Penyaluran KUR Tembus Rp 96 Triliun

"Ini sejalan dengan program kami bagaimana penelitian dan pengajaran bisa berdampak dan sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×