kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.935   35,00   0,20%
  • IDX 6.332   -7,92   -0,12%
  • KOMPAS100 837   -2,26   -0,27%
  • LQ45 633   -3,88   -0,61%
  • ISSI 218   -0,50   -0,23%
  • IDX30 356   -2,13   -0,60%
  • IDXHIDIV20 441   -2,28   -0,51%
  • IDX80 95   -0,54   -0,56%
  • IDXV30 119   0,11   0,09%
  • IDXQ30 114   -0,77   -0,67%

Prabowo Minta Kampus Kembangkan Energi Alternatif untuk Kurangi Impor LPG


Senin, 27 April 2026 / 18:20 WIB
Prabowo Minta Kampus Kembangkan Energi Alternatif untuk Kurangi Impor LPG
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/LUDOVIC MARIN)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam pengembangan energi alternatif sebagai upaya menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang kian membebani di tengah kenaikan harga energi global.

Arahan tersebut disampaikan melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai rapat terbatas di Istana Negara, Senin (27/4/2026).

Pemerintah, kata Brian, akan melibatkan kampus secara aktif dalam riset dan pengembangan teknologi energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Terdampak Konflik, RI Siapkan Alternatif Impor LPG

Menurutnya, ketergantungan tinggi pada impor LPG menjadi persoalan mendesak yang perlu segera diatasi. Selain membebani anggaran, fluktuasi harga energi global juga membuat pasokan semakin rentan. 

"LPG ini kita sangat tinggi ketergantungan pada impor, harganya juga naik," ujarnya.

Dalam skema ini, perguruan tinggi akan difungsikan sebagai pusat riset untuk mengidentifikasi sekaligus mengembangkan berbagai sumber energi alternatif yang dinilai potensial sebagai pengganti LPG. 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga akan mendorong kolaborasi riset agar solusi yang dihasilkan bisa aplikatif.

Brian menyebut, sejumlah opsi energi alternatif tengah dikaji, meski seluruhnya masih berada pada tahap penelitian dan belum siap diimplementasikan secara luas.

Baca Juga: Pertamina Matangkan Persiapan Proyek DME, Bidik Pengurangan Impor LPG

"Kampus diminta untuk mencari sumber-sumber lain, ada beberapa sumber yang sangat potensial," katanya.

Ke depan, Kementerian Pendidikan Tinggi akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk menyusun arah riset energi nasional, termasuk peta jalan pengembangan dan hilirisasi teknologi yang dihasilkan kampus. 

Pemerintah menargetkan, kontribusi dunia akademik dapat mempercepat hadirnya sumber energi substitusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×