kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Prabowo Minta Kampus Kembangkan Energi Alternatif untuk Kurangi Impor LPG


Senin, 27 April 2026 / 18:20 WIB
Prabowo Minta Kampus Kembangkan Energi Alternatif untuk Kurangi Impor LPG
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/LUDOVIC MARIN)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam pengembangan energi alternatif sebagai upaya menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang kian membebani di tengah kenaikan harga energi global.

Arahan tersebut disampaikan melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai rapat terbatas di Istana Negara, Senin (27/4/2026).

Pemerintah, kata Brian, akan melibatkan kampus secara aktif dalam riset dan pengembangan teknologi energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Terdampak Konflik, RI Siapkan Alternatif Impor LPG

Menurutnya, ketergantungan tinggi pada impor LPG menjadi persoalan mendesak yang perlu segera diatasi. Selain membebani anggaran, fluktuasi harga energi global juga membuat pasokan semakin rentan. 

"LPG ini kita sangat tinggi ketergantungan pada impor, harganya juga naik," ujarnya.

Dalam skema ini, perguruan tinggi akan difungsikan sebagai pusat riset untuk mengidentifikasi sekaligus mengembangkan berbagai sumber energi alternatif yang dinilai potensial sebagai pengganti LPG. 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga akan mendorong kolaborasi riset agar solusi yang dihasilkan bisa aplikatif.

Brian menyebut, sejumlah opsi energi alternatif tengah dikaji, meski seluruhnya masih berada pada tahap penelitian dan belum siap diimplementasikan secara luas.

Baca Juga: Pertamina Matangkan Persiapan Proyek DME, Bidik Pengurangan Impor LPG

"Kampus diminta untuk mencari sumber-sumber lain, ada beberapa sumber yang sangat potensial," katanya.

Ke depan, Kementerian Pendidikan Tinggi akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk menyusun arah riset energi nasional, termasuk peta jalan pengembangan dan hilirisasi teknologi yang dihasilkan kampus. 

Pemerintah menargetkan, kontribusi dunia akademik dapat mempercepat hadirnya sumber energi substitusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×