Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia dapat diselesaikan dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Prabowo mengatakan, kondisi cuaca tahun ini membuat pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Beban Bunga Utang Melonjak di 2027, Pemerintah Dinilai Lalai Efisiensi Anggaran
"El Nino ini cukup kuat tahun ini. Salah satu yang terkuat dan dalam keadaan ini tentunya kita harus lebih waspada menghadapi kerawanan-kerawanan yang ada," ujar Prabowo saat peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah telah mengerahkan kekuatan besar untuk menangani karhutla. Penanganan tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, serta kementerian terkait.
"Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi. Di beberapa tempat saya berharap satu-dua minggu selesai. Kita telah kerahkan kekuatan sangat besar," katanya.
Prabowo menyebut, pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan belasan pesawat untuk mendukung pemadaman karhutla. Selain itu, ratusan bor dan pompa air serta ribuan personel juga telah diterjunkan ke lapangan.
Ia mengapresiasi kinerja para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam menghadapi bencana sekaligus kemampuan pemerintah mengerahkan sumber daya secara besar-besaran.
Baca Juga: Transfer ke Daerah 2027 Hanya Rp735 Triliun, KPPOD Soroti Tekanan Fiskal Daerah
"Saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan. Ini saya sampaikan pada kesempatan ini, karena walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu, kita buktikan terus," tegasnya.
Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi
Prabowo juga menyinggung penanganan bencana di sejumlah wilayah lain. Ia mengatakan respons pemerintah terhadap bencana di Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan kemampuan negara untuk bergerak cepat dan masif.
"Di mana-mana negara kita hadir dan saya sebagai presiden pemegang mandat dari rakyat, saya terus menghimpun kekuatan negara," katanya.
Baca Juga: Purbaya Tinjau Pengawasan MBG hingga KDMP di Jawa Barat, Minta Kinerja Diukur
Sebelumnya, Prabowo juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan keterlibatan korporasi dalam pembakaran hutan secara sengaja.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan bukti keterlibatan korporasi, termasuk mencabut izin usaha.
"Siapa pun, korporasi apa pun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya. Seluruh izin korporasi itu kita cabut. Saya tidak main-main ya, tolong. Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting," ujar Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas Penanganan Karhutla di Riau yang dipantau secara daring, Senin (24/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan secara bersamaan.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu memastikan api segera dipadamkan, tetapi juga membangun sistem yang mampu mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak munculnya indikasi awal.
Baca Juga: Beban Bunga Utang 2027 Naik, Ruang Fiskal Pemerintah Makin Sempit
Pemerintah juga diminta memastikan tidak ada pihak yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar, sehingga penanganan karhutla tidak berhenti pada upaya pemadaman, tetapi juga mencakup pencegahan dan penegakan hukum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













