kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.897   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.159   -34,15   -0,55%
  • KOMPAS100 794   -2,42   -0,30%
  • LQ45 607   -0,96   -0,16%
  • ISSI 215   -2,27   -1,04%
  • IDX30 337   -0,50   -0,15%
  • IDXHIDIV20 431   -0,61   -0,14%
  • IDX80 91   -0,26   -0,28%
  • IDXV30 117   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 110   0,08   0,07%

Cadangan Devisa RI Stabil di US$146,3 Miliar September, tapi Turun dari Awal Tahun


Rabu, 07 Oktober 2026 / 11:48 WIB
Cadangan Devisa RI Stabil di US$146,3 Miliar September, tapi Turun dari Awal Tahun
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY (AFP/BAY ISMOYO)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 sebesar US$146,3 miliar.

Posisi tersebut relatif stabil dibandingkan dengan cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 yang mencapai US$146,5 miliar.

Meski secara bulanan hanya turun US$200 juta, posisi cadangan devisa September masih lebih rendah dibandingkan dengan posisi awal tahun.

Pada akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$156,47 miliar.

Baca Juga: Hak Jawab: Manajemen BBKP Merespon Rencana Gerakan Koperasi Ambil Alih Bank

Dengan demikian, cadangan devisa Indonesia telah berkurang sekitar US$10,17 miliar sejak awal tahun.

Posisi September 2026 juga lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika cadangan devisa mencapai US$148,74 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, posisi cadangan devisa pada September 2026 tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.

"Perkembangan posisi cadangan devisa September 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).

Di sisi lain, pergerakan cadangan devisa turut dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.

Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh BI untuk merespons ketidakpastian pasar keuangan global juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi posisi cadangan devisa.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan 800 Pejabat TNI-Polri di Istana, Ada Apa ?

Cadangan Devisa Masih di Atas Standar Internasional

Meski mengalami penurunan sejak awal tahun, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih memadai.

Pada akhir September 2026, cadangan devisa setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional yang berada di sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Ramdan.

Baca Juga: Kewenangan AMDAL Dikaji DPR, Kadin Ingatkan Risiko Ketidakpastian bagi Investor

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Kondisi tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.

Selain itu, tingkat imbal hasil investasi di Indonesia yang masih menarik dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat menopang aliran modal asing.

BI juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×