Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berencana untuk mempercantik wajah desa dan kota di seluruh Indonesia, lewat inisiasi gerakan "gentengisasi" guna mengganti atap seng yang dinilai merusak estetika dan membuat suhu hunian menjadi panas.
Ia menyoroti kondisi pemukiman di berbagai daerah yang kini justru didominasi oleh atap seng yang berkarat.
"Hampir semua desa kita, sekarang maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Baca Juga: Ekspor Batubara RI Turun 19,70% Jadi US$ 24,48 Miliar Sepanjang Tahun 2025
Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh atap bangunan di Indonesia kembali menggunakan genteng. Menurutnya, penggunaan genteng tidak hanya soal keindahan, tapi juga kenyamanan karena bahan alam lebih sejuk dibandingkan material logam.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyek gentengisasi ke Indonesia. Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal, jadi nanti koperasi merah putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng,” tegasnya.
Terkait teknis produksi, Prabowo menyebut bahan baku genteng tetap mengandalkan tanah yang dicampur dengan limbah industri agar lebih kuat dan ringan. Ia mengutip hasil riset para ahli yang menyebut limbah batu bara atau fly ash bisa menjadi campuran bahan genteng yang berkualitas baik.
Menurutnya, atap seng yang berkarat adalah simbol kemunduran. Ia menargetkan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, pemandangan karat di atap-atap rumah penduduk harus mulai hilang guna menarik minat wisatawan dan meningkatkan kebahagiaan rakyat.
“Turis dari luar, untuk apa dia datang melihat seng berkarat? Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan,” imbuhnya.
Ia pun mengajak para kepala daerah untuk serius menata wilayahnya masing-masing agar terlihat lebih asri. Prabowo membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu di mana masyarakat menggunakan bahan alam seperti rumbia atau ijuk yang jauh lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan hingga 2 Februari 2026
“Ini serius ya, bupati/wali kota yang tidak mau kotanya indah, terserah, yang mau ayo bersama kita. Bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” pungkasnya.
Selanjutnya: Rekening Anak Wajib Punya: Cek 2 Pilihan Tabungan dari Bank Mandiri
Menarik Dibaca: Belanja Hemat di Promo Tokopedia 2.2, Ada Gratis Ongkir & Diskon hingga Rp 1,2 Juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













