kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BGN Tegaskan MBG Tetap Berjalan Meski Ada Desakan Moratorium


Kamis, 02 Oktober 2025 / 15:00 WIB
BGN Tegaskan MBG Tetap Berjalan Meski Ada Desakan Moratorium
ILUSTRASI. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan keterangan usai melakukan pertemuan terkait penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (14/5/2025).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan meskipun ada desakan untuk moratorium atau penghentian sementara menyusul banyaknya kasus keracunan. 

Dadan menegaskan bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto MBG harus dipercepat. Pasalnya, banyak anak dan ibu di daerah yang menanyakan terkait kelangsungan program ini. 

"Sesuai perintah presiden kegiatan MBG tetap dilakukan percepatan karena banyak anak, orang tua tanya kapan menerima MBG," katanya dalam Konferensi Pers Penanggulangan KLB Program MBG, di Kantor Kemenkes, Kamis (2/9/2025). 

Baca Juga: BGN: 10.012 Dapur Program Makan Bergizi Gratis Terbentuk per 1 Oktober 2025

Dadan juga menegaskan pihaknya tidak menghentikan program MBG, kecuali perintah itu dikeluarkan langsung oleh Kepala Negara. 

"Di luar perintah itu saya tetap melaksanakan kecuali presiden mengeluarkan perintah lagi," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta Komisi IX DPR RI agar mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan program MBG. 

“Ini rekomendasi dari kami, kami tujukkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo. Melalui forum yang sangat terhormat ini di depan Bapak Ibu anggota Komisi IX DPR RI, tolong wakilkan kami untuk sampaikan ini kepada Bapak Prabowo,” ujar Koordinator Program dan Advokasi JPPI, Ari Hadianto, dalam RDPU bersama Komisi IX DPR, Senin (22/9/2025). 

Ari mengatakan keselamatan anak-anak harus diutamakan dibanding ambisi politik maupun target program yang ditetapkan.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Lapor Anggaran Tembus Rp 268 Triliun di 2026, Begini Rinciannya

"Utamakan keselamatan anak di atas ambisi politik dan target program. Jangan jadikan anak sebagai target program politik yang justru mengorbankan tumbuh kembang mereka,” kata dia. 

Menurut Ari, kasus keracunan massal akibat MBG di berbagai daerah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan sistemik.

Hal ini menyangkut tata kelola di Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana program. 

"Hentikan program MBG sekarang juga. Ini bukan kesalahan teknis, tapi kesalahan sistem di BGN, karena kejadiannya menyebar di beberapa daerah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×