kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Tak Hanya Beras, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula


Jumat, 23 Januari 2026 / 14:25 WIB
Tak Hanya Beras, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia swasembada pangan dalam 4 tahun ke depan, termasuk jagung dan gula. Ini berarti ketergantungan impor akan berkurang drastis. (KONTAN/Bakom RI)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa swasembada pangan di Indonesia bisa tercapai dalam 4 tahun mendatang. Tak hanya beras, target bebas impor juga diperuntukkan ke komoditas lain seperti jagung, gula hingga protein.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).

Di depan pimpinan dunia, Prabowo menyampaikan capaian strategis nasional, yakni target swasembada beras yang semula ditetapkan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Presiden optimistis swasembada pangan lain dapat dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada dalam produk pangan lainnya, jagung, gula, protein," ucap Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Danantara Siap Jadi Mitra Strategis Investasi Global di WEF 2026

Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak takut terhadap integrasi ekonomi global.

Prabowo bilang berbagai perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi terus diperluas dengan mitra internasional.

“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Kita sekarang menyimpulkan perjanjian perdagangan, bukan karena itu sedang tren, tetapi kita menganggapnya perlu. Kita percaya pada konsep saling menguntungkan," ujarnya.

Menurut Prabowo, perdagangan yang adil bukan ancaman bagi kedaulatan negara. Presiden menuturkan bahwa Indonesia memiliki visi menjadi negara modern yang terintegrasi dengan ekonomi global dan bebas dari kemiskinan.

Menurutnya hal itu bisa dicapai melalui tata kelola yang baik, pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF 2026: Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

"Dan pada akhirnya, kita harus memiliki administrasi publik yang efisien," lanjut Presiden.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Presiden menyebut bahwa reformasi regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta investasi pada kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa Indonesia terbuka bagi investasi asing dan domestik. Presiden menambahkan bahwa Indonesia menawarkan pertumbuhan berkelanjutan berbasis kebijakan yang didukung bukti nyata.

“Kita menyadari bahwa prasyarat investasi adalah stabilitas, kepastian hukum, dan pemerintahan yang kuat serta bersih,” kata Presiden Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×