kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pos belanja barang tercatat mengalami penurunan tajam pada Mei 2020


Rabu, 17 Juni 2020 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan konferensi pers daring, Selasa (16/6).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi belanja barang pada periode Januari-Mei 2020 sebesar Rp 69,4 triliun atau terkontraksi 30,1% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 99,2 triliun.

"Kita melihat belanja barang mengalami kontraksi sangat dalam, karena perjalanan dinas, pertemuan dan yang lain-lain itu merosot dan tidak ada. Semuanya sudah melalui video conference, itu bagus berarti terjadi efisiensi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers daring, Selasa (16/6).

Baca Juga: Menyiapkan dana persalinan sejak dini, perlukah?

Jika mengacu pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di dalam Perpres 54/2020 yang sebesar Rp 284,5 triliun, maka realisasi belanja barang ini sudah memenuhi 24,4% dari pagu tersebut.

Adapun komponen belanja barang ini terdiri atas Barang, Jasa, Pemeliharaan, Perjalanan, Badan Layanan Umum (BLU), dan Untuk Masyarakat/Pemerintah Daerah (Pemda).

Baca Juga: Pendapatan negara hingga bulan Mei 2020 turun akibat pandemi corona

Dari semua pos tersebut, yang paling besar pemotongan atau penurunannya adalah belanja perjalanan yang terkontraksi 58,8% dan belanja yang diberikan kepada masyarakat serta Pemda sebesar 34%.




TERBARU

[X]
×