kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Usai Tembus Arab Saudi, Mentan Bidik Ekspor Beras ke Malaysia dan Filipina


Rabu, 04 Maret 2026 / 16:35 WIB
Usai Tembus Arab Saudi, Mentan Bidik Ekspor Beras ke Malaysia dan Filipina


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi melakukan ekspor beras perdana ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ribu ton pada Rabu (4/3/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa ekspor ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri. Menurutnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,7 juta ton.

Dengan jumlah itu, pemerintah tengah memperluas potensi ekspor ke negara lain seperti Papua Nugini, Malaysia hingga Filipina.

"Kita ekspor tengah jajaki ke beberapa negara selain Arab, seperti Papua Nugini, Malaysia dan Filipina," ujar Amran dalam konferensi pers pelepasan ekspor perdana beras Bulog, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Investor Waspada! Tensi Geopolitik Ancam Arus Modal Keluar

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi ini memiliki nilai mencapai Rp 38 miliar.

Rizal mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan 4 pabrik dalam memproduksi beras yang akan diekspor ini, salah satunya menggunakan pabrik milik Wilmar di Serang dan Mojokerto.

Rizal juga memastikan bahwa beras yang diproduksi ini bukan beras lama yang ada di gudang, tapi beras hasil panen baru dari petani.

Baca Juga: Bulog Lakukan Ekspor Perdana Beras ke Arab Saudi untuk Kebutuhan Jemaah Haji

"Jadi bukan beras yang ada di gudang, tapi beras yang kita panen di sawah setelah panen kering langsung dibawa ke silo di gudangnya di pengolahannya Wilmar maupun pengolahan kami, kita keringkan dryer langsung kita olah menjadi beras premium," ungkapnya.

Menurut Rizal, beras ini akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Sabtu, (7/3/2026) mendatang. Rizal menyebut Bulog bekerja sama dengan 3 kapal angkut yakni MV Hyundai Unity, MV Wan Hai 351 dan MV Kota Sejati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×