Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruang masyarakat untuk menabung kembali menyempit pada Juni 2026. Di saat yang sama, porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi justru meningkat, mengindikasikan semakin besarnya pengeluaran rumah tangga dibandingkan pendapatan yang diterima.
Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sebesar 17,0% pada Juni 2026. Angka tersebut turun dari 17,5% pada Mei 2026.
Di sisi lain, proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) naik menjadi 73,0% dari sebelumnya 72,3%.
Baca Juga: RI-India Jajaki Rencana Investasi Migas, IATMI Ingatkan Karakteristik Investor
Sementara itu, proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk membayar cicilan atau utang (debt installment to income ratio) relatif stabil, yakni 10,0%, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,2%.
“Rasio konsumsi terhadap pendapatan meningkat, di tengah pembayaran cicilan yang relatif stabil dan tabungan yang menurun,” mengutip Laporan Survei Konsumen BI, Rabu (8/7/2026).
Data tersebut menunjukkan tambahan pendapatan masyarakat pada Juni lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dibandingkan disisihkan sebagai tabungan.
Penurunan porsi tabungan terutama terjadi pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp 2,1 juta hingga Rp3 juta per bulan. Pada kelompok ini, proporsi pendapatan yang ditabung turun menjadi 15,6%.
Hal serupa juga terjadi pada kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Porsi pendapatan yang disimpan turun menjadi 16,9%.
Baca Juga: Menurun 3,91%, Penerbitan Obligasi Korporasi Semester I – 2026 Capai Rp 87,35 Triliun
Di saat yang sama, proporsi konsumsi terhadap pendapatan justru meningkat pada kedua kelompok tersebut. Pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta, rasio konsumsi terhadap pendapatan naik menjadi 75,2%. Sementara pada kelompok Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta meningkat menjadi 71,8%.
Peningkatan juga terjadi pada kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan, dengan proporsi konsumsi terhadap pendapatan mencapai 70,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














