Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli
Selain itu, tiga pegawai Cafe de'Clan turut dimintai keterangan sebagai saksi. Meski demikian, operasional restoran tetap berjalan.
Polisi hanya menetapkan status quo terhadap lantai dua yang dijadikan kantor, sementara layanan restoran di lantai satu tetap dibuka.
Temuan besar lainnya berasal dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, penyidik menemukan brankas yang disembunyikan di balik panel kayu dinding.
Baca Juga: KPK Sita Uang Lebih Dari Rp 1 Miliar di KPP Madya Banjarmasin
Dari dalamnya disita uang dalam pecahan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat serta emas seberat 74 kilogram.
Nilai keseluruhan aset yang ditemukan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, meski penyidik belum mengungkap asal-usul maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidik.
Di tengah proses penggeledahan, rumah dinas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga menjadi sorotan karena dijaga sekitar 20 personel TNI bersenjata.
Penjagaan tersebut sempat menyebabkan akses menuju Jalan Radio V ditutup pada malam hari sehingga arus lalu lintas dialihkan.
Baca Juga: KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Cilacap
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari TNI mengenai alasan penempatan personel di rumah dinas Jampidsus tersebut.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menegaskan penyidikan tidak dikaitkan dengan isu kepemilikan Cafe de'Clan yang beredar di masyarakat dan meminta semua pihak menghormati proses hukum serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/09/11293311/penjelasan-soal-penggeledahan-12-titik-oleh-polri-dan-penjagaan-tni?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














