kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.119   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.073   35,39   0,59%
  • KOMPAS100 793   4,46   0,57%
  • LQ45 602   -0,38   -0,06%
  • ISSI 210   3,18   1,54%
  • IDX30 340   -0,47   -0,14%
  • IDXHIDIV20 422   -1,09   -0,26%
  • IDX80 90   0,43   0,48%
  • IDXV30 115   0,60   0,52%
  • IDXQ30 109   -0,19   -0,18%

Polisi memburu bos Pandawa Grup


Selasa, 07 Februari 2017 / 23:30 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Polisi masih menyelidiki laporan penipuan yang menimpa ratusan orang oleh perkumpulan atau kelompok Pandawa Group. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan, saat ini sudah ada delapan laporan yang diterima oleh pihaknya.

"Kami sudah periksa pelapor, sudah minta bantuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kita tunggu saja, penyidik lagi mencari pelakunya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/2).

Argo mengatakan, kasus itu awalnya diselidiki oleh Polresta Depok, sesuai dengan markas Pandawa Group dan mayoritas korbannya. Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya lantaran jumlah korban terus bertambah dan berasal dari berbagai wilayah.

Polisi mengatakan, dari ratusan pelapor, hanya perwakilan saja yang akan diperiksa demi efisiensi penyidikan. Mereka semua melaporkan bos Pandawa Group, Nuryanto, beserta kaki tangannya. Sayangnya, Nuryanto tak ada di rumahnya untuk diperiksa polisi.

"Kami harus menemukan pelakunya, sampai sekarang kami belum menemukan," ujar Argo.

Ratusan korban melapor ke Polresta Depok dan Polda Metro Jaya sejak beberapa pekan silam. Mereka tergiur oleh investasi bodong yang dijanjikan Pandawa Group. Para korbannya mengalami kerugian yang bervariasi dari belasan juta hingga miliaran rupiah.

(Nibras Nada Nailufar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×