kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Polisi harus cari dalang di balik demo FPI


Minggu, 05 Oktober 2014 / 22:07 WIB
ILUSTRASI. Nonton Anime Oshi no Ko Episode 2 dan Link Subtitle Indonesia di Bstation, iQIYI, dll


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. SETARA Institute mengapresiasi kesigapan Polda Metro Jaya menangani aksi anarkis Front Pembela Islam (FPI).

Ketua SETARA Institute Hendardi berharap hal itu menjadi instrumen bagi Polri untuk memulihkan kepercayaan publik.

Selama ini, Polri dianggap tidak berdaya menghadapi ormas-ormas anarkis intoleran yang mengusik ketertiban umum.

Hendardi mengatakan penetapan 21 tersangka anggota FPI dan rencana penjemputan paksa Habib NV, pimpinan aksi adalah tindakan Polda yang sesuai kewenangan dan dijamin oleh UU dan Konstitusi.

"Kita dukung, siapapun yang melakukan tindak pidana untuk diproses secara hukum," ujar Hendardi melalui pesan singkat, Minggu (5/10).

Ia pun meminta Polda Metro Jaya memastikan rangkaian proses pengangkatan Gubernur DKI Jakarta berlangsung aman. "Ini untuk antisipasi, Polda juga mesti mengejar aktor intelektual dibalik penolakan itu," tuturnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan Habib Novel Bamukmin (NB) sebagai buron kepolisian. Seharusnya Habib Novel menyerahkan diri pada Sabtu (4/10) lalu, tapi Habib Novel tidak datang. (Ferdinand Waskita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×