Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

PKPU dua entitas Tiga Pilar (AISA) diperpanjang 60 hari

Selasa, 09 Oktober 2018 / 06:15 WIB

PKPU dua entitas Tiga Pilar (AISA) diperpanjang 60 hari



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPI) dua entitas anak PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) diperpanjang selama 60 hari. Dengan perpanjangan, pihak debitur akan siapkan rencana perdamaian.

Sementara dua entitas tersebut adalah: PT Tiga Pilar Sejahtera, dan PT Poly Meditra Indonesia. Keduanya masuk belenggu PKPU dari permohonan PT Bank UOB Indonesia yang diajukan di Pengadilan Niaga Semarang dengan nomor perkara 18/Pdt.Sus/2018/PN.Smg sejak 9 Agustus 2018 lalu, dan telah dikabulkan Majelis 24 Agustus 2018.


"Tadi sudah diputuskan, untuk perpanjangan menjadi PKPU tetap selama 60 hari, dari hasil rapat kreditur Kamis (4/10) lalu secara aklamasi," kata pengurus PKPU Benny Pontoh kepada Kontan.co.id, Senin (8/10).

Dari catatan pengurus, dalam PKPU ini tercatat ada 101 kreditur konkuren (tanpa jaminan), dan 3 kreditur separatis (dengan jaminan). Meski demikian, Benny belum memberitahukan berapa tagihan yang telah terverifikasi.

"Nilainya saya lupa. Kalau krediturnya separatis itu ada pemohon, UOB, kemudian ada Citibank, satu lagi perusahaan finance kayanya," lanjut Benny.

Sementara kuasa hukum Tiga Pilar, dan Poly Pringgo Sanyoto dari Kantor Hukum Kresna & Associates bilang nilai tagihan dalam PKPU ini melebihi Rp 1 triliun. "Saya lupa angka pastinya, tapi lebih dari Rp 1 triliun," katanya kepada Kontan.co.id.

Sementara terkait rencana perdamaian, Pringgo menyatakan, pihaknya telah mengirim rencana restrukturisasi secara umum yang kelak dilakukan.

"Kita sudah menyerahkan secara umum rencana perdamaian. Intinya untuk separatis ada konversi dari utang menjadi saham, kemudian untuk konkuren kita minta grace period (waktu tenggang)," sambung Pringgo.

Mengingatkan, Tiga Pilar dan Poly harus menjalani proses PKPU lantaran ditagih oleh UOB. Dalam permohonannya UOB menagih utang senilai Rp 55,33 miliar.

Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Yudho Winarto

KEMELUT TIGA PILAR

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0580 || diagnostic_web = 0.3554

Close [X]
×