kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pinjaman multilateral disiapkan amankan defisit


Senin, 19 Oktober 2015 / 18:37 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah sudah mengambil ancang-ancang kalau terjadi pelebaran defisit anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) tahun 2015. Salah satunya dengan mengandalkan pembiayaan negara.

Sejauh ini, pemerintah masih mematok target defisit APBN-P 2015 sebesar 2,23% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Target ini memang lebih besar dari yang ditetapkan dalam APBN-P 2016 sebesar 1,9%.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPR) Lotto Srianita Ginting untuk menutupi pelebaran defisit pemerintah akan mencari pinjaman multilateral. Belum ditentukan berapa porsi pinjaman yang bakal dilakukan pemerintah.

Yang jelas, pemerintah sudah bicara dengan berbagai lembaga pembiayaan multilateral. "Itu dilakukan jika defisit melebar di atas 2,23%," kata Lotto, Senin (19/10) di Jakarta.

Pemerintah tidak bisa mengandalkan penerbitan SBN, karena sudah ditetapkan dalam Undang-undang APBN-P 2016 sebesar Rp 242,5 triliun (netto). Karena itu, pemerintah tidak bisa menerbitkan SBN lebih dari target ntersebut.

Seperti diketahui, pelebaran defisit ini terjadi akibat minimnya penerimaan negara dibandingkan target, alias shortfall. Diperkirakan, penerimaan pajak akan shortfall hingga Rp 130 triliun.

Sementara itu, ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistyaningsih menilai, seharusnya penerbitan utang multilateral itu digunakan untuk program. Dengan begitu, tidak ada kendala lagi dalam hal serapan anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×