kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Petugas Bagasi Checker di Bandara, Pastikan Koper Sampai ke Tangan Jemaah Haji


Minggu, 03 Mei 2026 / 07:00 WIB
Petugas Bagasi Checker di Bandara, Pastikan Koper Sampai ke Tangan Jemaah Haji
Petugas Bagasi Checker di Bandara memastikan koper sampai ke tangan jemaah Haji (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Bagi jemaah haji yang baru tiba di Tanah Suci, keberadaan koper menjadi salah satu hal yang paling ditunggu.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia menuju Madinah, diterimanya koper oleh jemaah menjadi bagian penting yang menghadirkan rasa tenang sebelum melanjutkan rangkaian ibadah.

Di balik proses tersebut, terdapat kerja keras para petugas haji yang bertugas sebagai bagasi checker di area baggage zone Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Mereka memastikan seluruh koper jemaah terdata dengan baik, terpantau, serta masuk dalam alur distribusi hingga ke kendaraan pengangkut dan akhirnya sampai ke akomodasi masing-masing jemaah.

Baca Juga: 5 Jam Tertehan di Imigrasi Madinah, 2 Orang Jemaah Haji Muda Akhirnya Lolos

Salah satu petugas haji tusi Bagasi Checker, Robby, mengatakan bahwa tugas pengawasan bagasi membutuhkan konsentrasi tinggi, terutama ketika jadwal kedatangan jemaah berlangsung padat.

“Tantangannya cukup besar, apalagi kalau kloter yang datang bisa 3 sampai 4 kloter. Biasanya di area baggage zone akan dibuka dua gate, jadi kami harus benar-benar fokus dan teliti. Karena pergerakan koper sangat banyak dan semuanya harus tetap termonitor,” ujar Robby di Madinah, Sabtu (3/5/2026).

Menurutnya, pada saat beberapa kloter tiba dalam waktu berdekatan, petugas harus membagi perhatian pada dua titik gate yang aktif. Dalam kondisi seperti itu, ketelitian menjadi kunci agar koper jemaah tidak tertukar, terlewat, atau keluar dari alur pemantauan.

“Kalau dua gate dibuka, konsentrasi harus penuh. Kami harus melihat pergerakan koper, mencocokkan jumlah, dan memastikan koper masuk ke jalur yang benar. Kami benar-benar memantau setiap proses,” jelasnya.

Selain tantangan jumlah kedatangan kloter, kondisi cuaca dan lokasi tunggu juga menjadi bagian dari dinamika lapangan.

Robby menyebut, cuaca Madinah yang cukup berangin membuat area kerja di luar ruangan terasa lebih menantang. Terlebih, tempat tunggu petugas berupa tenda terbuka tanpa penutup penuh, seperti tenda bazaar.

Baca Juga: Saat Pergeseran Ke Makkah, Jemaah Diimbau Tak Bawa Oleh-Oleh Berlebihan

“Cuaca di Madinah ini cukup berangin. Tempat kami menunggu juga berupa tenda yang terbuka, jadi memang kondisi fisik harus prima. Petugas bagasi checker harus siap dengan kondisi lapangan seperti itu,” katanya.

Meski demikian, Robby menegaskan bahwa seluruh petugas tetap menjalankan tugas dengan solid. Koordinasi antarpetugas haji Indonesia berjalan baik, termasuk dengan para carrier atau yang biasa disebut ummal, yaitu para pekerja yang membantu membawa bagasi ke mobil pengangkut.

Menariknya, para ummal tersebut berasal dari berbagai negara. Hal ini membuat suasana kerja di baggage zone terasa beragam dan dinamis. Komunikasi banyak dilakukan dalam bahasa Inggris, sehingga petugas Indonesia juga terbantu dalam proses koordinasi di lapangan.

“Di sini kami berkoordinasi dengan carrier atau ummal dari berbagai negara. Jadi komunikasinya banyak menggunakan bahasa Inggris. Bisa dibilang, di sini kami bisa berkomunikasi dengan lancar dengan vibes mancanegara,” ungkap Robby.

Ia menambahkan, hubungan kerja di area baggage zone tidak hanya sebatas koordinasi tugas. Di sela padatnya aktivitas kedatangan jemaah, para petugas juga salat berjamaah, bercengkerama, dan saling membantu satu sama lain.

Baca Juga: Gelombang Perdana Jemaah Haji Khusus RI Tiba di Madinah, Masa Tinggal Lebih Singkat

“Kami di sini salat berjamaah, ngobrol, bercengkerama, dan saling bantu. Walaupun berasal dari negara yang berbeda-beda, semuanya bekerja sama demi kelancaran kedatangan jemaah,” ujarnya.

Robby mengatakan, kekompakan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat proses pengawasan dan distribusi bagasi dapat berjalan dengan baik. Setiap pihak memahami perannya masing-masing, mulai dari petugas haji, carrier, hingga pihak terkait di area bandara.

“Tim bagasi checker semuanya solid. Koordinasi berjalan baik, dan masing-masing sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi ketika ada kendala di lapangan, bisa langsung dikomunikasikan dan diselesaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Robby membeberkan, secara umum proses pengawasan bagasi jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kendala di lapangan memang selalu ada, mulai dari padatnya kedatangan, banyaknya koper, hingga kondisi cuaca. Namun, seluruhnya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama tim.

“Alhamdulillah, sejauh ini semuanya lancar dan terkendali. Terlepas dari kendala-kendala yang ada, semuanya bisa teratasi dengan baik. Yang penting kami tetap fokus, saling koordinasi, dan menjaga alur bagasi jemaah,” tuturnya.

Baca Juga: Bayar Dam Haji Wajib Lewat Adahi, Kemenhaj: Jangan Lewat Jalur Tidak Resmi

Baginya, tugas sebagai Bagasi Checker adalah bagian dari pelayanan yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat penting bagi kenyamanan jemaah. Sebab, ketika koper sampai dengan baik, jemaah dapat lebih tenang untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menjalankan ibadah.

“Bagi kami, yang penting koper jemaah bisa sampai sesuai alurnya. Kalau jemaah sudah menerima barang bawaannya dengan baik, mereka bisa lebih tenang. Itu yang menjadi semangat kami di lapangan,” kata Robby.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×