kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.810   -86,39   -1,47%
  • KOMPAS100 753   -11,86   -1,55%
  • LQ45 574   -10,00   -1,71%
  • ISSI 201   -1,88   -0,93%
  • IDX30 325   -5,86   -1,77%
  • IDXHIDIV20 401   -6,87   -1,69%
  • IDX80 86   -1,40   -1,61%
  • IDXV30 108   -1,32   -1,20%
  • IDXQ30 105   -1,79   -1,67%

BI Rate Naik 100 Bps, Modal Asing Masuk di SBN & SRBI Capai US$ 9 Miliar di Juni 2026


Senin, 29 Juni 2026 / 14:37 WIB
BI Rate Naik 100 Bps, Modal Asing Masuk di SBN & SRBI Capai US$ 9 Miliar di Juni 2026
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 bps tahun ini, mulai menunjukkan hasil. Hingga 26 Juni 2026, arus modal asing (capital inflow) yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat mencapai sekitar US$ 9 miliar secara year to date (YTD).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan kebijakan moneter yang ditempuh BI merupakan langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

"Dalam situasi ketidakpastian global yang sangat tinggi, kami di Bank Indonesia perlu membuat kebijakan yang sifatnya jangka pendek untuk mencapai stabilitas, terutama nilai tukar dan likuiditas," ujar Destry dalam konferensi pers di DPR RI, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: BI Ekspansi Operasi Moneter Rp 1.000 Triliun Hingga Juni 2026 Demi Jaga Likuiditas

Ia menjelaskan, selama sebulan terakhir BI telah menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin sehingga kini berada di level 5,75%. Kenaikan suku bunga tersebut memicu repricing atau penyesuaian imbal hasil pada instrumen yang diterbitkan BI maupun pemerintah, yakni SRBI dan SBN.

Menurut Destry, penyesuaian tersebut justru meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing.

"Dalam bulan Juni telah terjadi inflow yang cukup signifikan. Sehingga secara year to date dari Januari hingga 26 Juni, inflow yang masuk ke portofolio SBN dan SRBI sudah mencapai sekitar US$ 9 miliar," katanya.

Ia menilai derasnya arus modal asing tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.  Kepercayaan dari investor luar negeri juga diharapkan memperkuat keyakinan pelaku pasar domestik.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga akan terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar keuangan melalui berbagai instrumen operasi moneter yang dimiliki bank sentral.

Menurut Destry, langkah tersebut dilakukan agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Bunga Kredit PNM Mekaar Jadi 8%, Kapan Realisasinya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×