kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Perusahaan asal China enggan relokasi ke Indonesia, ini penyebabnya


Minggu, 08 September 2019 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Industri manufaktur China


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Farah menjelaskan di tahun ini ada perubahan peringkat kontribusi karena dinamisasi perkembangan sektor. Misalnya, sektor pertambangan yang berada di peringkat terbawah.

Akan tetapi, Farah menilai sektor pertambangan masih bisa berkembang sampai akhir tahun 2019 seiring dengan semakin banyaknya masuk industri pengolahan bahan tambang.

Sebab, sejauh ini sektor pertambangan masuk ke lima besar kontribusi terbanyak. “Ini membuktikan minat investor masih ada,” kata Farah.

Baca Juga: Perang dagang, Gapkindo akan manfaatkan peluang ekspor ke AS

Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing dan investasi, pemerintah memberikan insentif perpajakan melalui beberapa instrumen.

Antara lain meliputi perluasan tax holiday, perubahan tax allowance, insentif investment allowance, insentif super deduction untuk pengembangan kegiatan vokasi dan litbang serta industri padat karya. Namun sejatinya, tren investasi mulai beralih. China nampaknya lebih memilih investasi padat modal ketimbang padat karya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memandang secara keseluruhan tren investasi padat modal memang lebih banyak ketimbang padat karya, bahkan terindikasi sejak sepuluh tahun lalu. Terlebih saat ini memasuki industri 4.0 yang mengedepankan teknologi.

Baca Juga: Kenaikan tarif impor gerus laba, perusahaan Asia memilih pulang kampung

“Untuk itu Indonesia harus terus memperbaiki dan menyempurnakan hal-hal yang terkait dengan penciptaan iklim investasi lebih kondusif,” kata Farah.

Farah pun masih optimistis investasi dapat bergairah sampai akhir tahun 2019. Adapun target realisasi investasi PMA di tahun ini mencapai Rp 483,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×