kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,9%–5,7% pada 2026


Rabu, 21 Januari 2026 / 18:33 WIB
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,9%–5,7% pada 2026
ILUSTRASI. Kawasan Bisnis Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada level yang baik pada 2026.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada level yang baik dan perlu terus ditingkatkan agar sejalan dengan kapasitas perekonomian nasional.

Perry mengatakan, pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi global yang masih berada dalam tren perlambatan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diprakirakan sedikit lebih rendah (dibanding 2025) yakni sebesar 3,2%,” ujar Perry dalam konfrensi pers, Kamis (21/1/2026).

Baca Juga: Guru Besar Unhas: Pencabutan IUP Agincourt Wewenang Menteri ESDM

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan ditopang oleh kenaikan permintaan domestik yang sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah, serta berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perry menekankan, efektivitas berbagai program stimulus pemerintah pada 2026 perlu terus diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, investasi juga diprakirakan meningkat, seiring berlanjutnya program-program prioritas pemerintah.

“Investasi diperkirakan lebih tinggi, ditopang oleh program prioritas pemerintah, termasuk hilirisasi sumber daya alam (SDA), yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian,” jelasnya.

Untuk mendukung pertumbuhan yang lebih kuat dan berdaya tahan, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Seluruh kebijakan tersebut dijalankan secara sinergis dengan stimulus fiskal dan kebijakan sektor riil pemerintah.

“Sinergi kebijakan ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” pungkas Perry.

Baca Juga: Izin 28 Perusahaan di Sumatera Dicabut, KLH Tengah Kaji Pengelolaan Lahan Berikutnya

Selanjutnya: Gadai ValueMax Bidik Kenaikan Pembiayaan pada Momentum Ramadan

Menarik Dibaca: Biji Nangka Rebus: 4 Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan Optimal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×