kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Permintaan Jokowi untuk sektor tekstil


Rabu, 07 Desember 2016 / 09:53 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Jokowi ingin agar transportasi bahan baku industri tekstil dan produk tekstil, khususnya yang berorientasi ekspor, dipermudah. Dia ingin, transportasi bahan baku produk tekstil disederhanakan, supaya tidak menyulitkan industri.

Penyederhanaan tersebut untuk menggenjot daya saing industri tekstil dan produk tekstil. Asal tahu saja, daya saing produk tekstil dan produk tekstil dalam negeri dibandingkan negara lain masih kalah jika dibandingkan dengan negara lain.

Untuk tingkat penguasaan pasar misalnya, produk tekstil Indonesia masih kalah dengan Vietnam dan Bangladesh. "Vietnam penguasaan pasar dunianya 3,62% sedangkan Bangladesh 4,05%," katanya di Jakarta Selasa (6/12) kemarin.

Sedangkan penguasaan pasar produk tekstil Indonesia, hanya mencapai 1,56%. Selain menyederhanakan proses transportasi bahan baku, Jokowi mengatakan, agar produk tekstil bisa berdaya saing, dia juga memerintahkan menterinya untuk aktif dan melakukan terobosan dalam negoisasi kerja sama perdagangan dengan negara lain.

"Salah satu kekalahan kita di pasar Eropa dan Amerika adalah pengenaan tarif 5%-20%, sedangkan Vietnam 0%, maka itu, lakukan terobosan untuk negoisasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×