kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Permintaan Jokowi untuk sektor tekstil


Rabu, 07 Desember 2016 / 09:53 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Jokowi ingin agar transportasi bahan baku industri tekstil dan produk tekstil, khususnya yang berorientasi ekspor, dipermudah. Dia ingin, transportasi bahan baku produk tekstil disederhanakan, supaya tidak menyulitkan industri.

Penyederhanaan tersebut untuk menggenjot daya saing industri tekstil dan produk tekstil. Asal tahu saja, daya saing produk tekstil dan produk tekstil dalam negeri dibandingkan negara lain masih kalah jika dibandingkan dengan negara lain.

Untuk tingkat penguasaan pasar misalnya, produk tekstil Indonesia masih kalah dengan Vietnam dan Bangladesh. "Vietnam penguasaan pasar dunianya 3,62% sedangkan Bangladesh 4,05%," katanya di Jakarta Selasa (6/12) kemarin.

Sedangkan penguasaan pasar produk tekstil Indonesia, hanya mencapai 1,56%. Selain menyederhanakan proses transportasi bahan baku, Jokowi mengatakan, agar produk tekstil bisa berdaya saing, dia juga memerintahkan menterinya untuk aktif dan melakukan terobosan dalam negoisasi kerja sama perdagangan dengan negara lain.

"Salah satu kekalahan kita di pasar Eropa dan Amerika adalah pengenaan tarif 5%-20%, sedangkan Vietnam 0%, maka itu, lakukan terobosan untuk negoisasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×