kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Perkiraan Cuaca pada Puncak Haji hingga 47 Derajat Celcius


Senin, 20 April 2026 / 17:39 WIB
Perkiraan Cuaca pada Puncak Haji hingga 47 Derajat Celcius
ILUSTRASI. Kedatangan Jamaah Calon Haji di Asrama Haji Pondok Gede (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umroh mewati-wanti agar Jemaah haji menjaga stamina di tengah cuaca di Arab Saudi yang bisa mencapai 45 hingga 47 derajat celcius di periode Mei dan Juni 2026.

Sebagaimana diketahui, puncak haji tahun 2026, yang ditandai dengan Wukuf di Arafah (9 Zulhijah 1447 H), dijadwalkan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Rangkaian puncak ibadah ini dimulai dengan pemberangkatan jemaah ke Arafah pada 25 Mei 2026, diikuti oleh Hari Raya Iduladha pada 27 Mei 2026.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH Arab Saudi 2026, DR Khalilurrahman, membeberkan, dalam menjalankan ibadah haji, menjaga kesehatan adalah yang utama. Jemaah disarankan membawa vitamin untuk menambah dan menjaga stamina.

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Bahlil Ingatkan Konsumen Mampu Jangan Serobot Pertalite

“Bulan Mei apalagi Juni itu sudah mulai puncak-puncak kemarau, itu bisa mencapai 45 derajat celcius sampai 47 seperti itu. Jadi ini yang perlu diantisipasi, kesehatan tetap penting, jemaah perlu membawa vitamin,” tutur  Khalilurrahman saat ditemui di Kantor Usuran Haji Madinah, Senin (20/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya mempelajari kembali buku manasik agar jemaah memahami rangkaian ibadah yang akan dilakukan, mulai dari amalan di Madinah seperti ziarah ke Raudhah beserta doanya, shalat sunnah, hingga tata cara ziarah ke Uhud dan Baqi.

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh prosesi ibadah haji seperti tawaf, sai, dan tahalul dipahami dengan baik agar jemaah tidak beribadah tanpa mengetahui tata caranya.

Khalilurrahman juga menyampaikan bahwa petugas haji Indonesia siap membantu jemaah dan dapat dikenali dari atribut yang dikenakan. Meski bertugas sebagai peliput, ia menegaskan bahwa para petugas telah dibekali pelatihan untuk memberikan layanan kepada jemaah.

Baca Juga: Celios Proyeksi Beban Bunga Utang Tembus 24% dari Pajak, Risiko Mengintai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×