kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pergerakan kotak hitam AirAsia mengarah ke timur


Selasa, 06 Januari 2015 / 22:52 WIB
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memperkirakan keberadaan kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501 tidak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby Mamahit mengatakan pergerakan kotak hitam mengarah ke timur sesuai dengan arah angin.

"Kalau kita perkirakan enggak terlalu jauh karena yang ditemukan juga masih serpihan pesawat di sekitar itu," kata Bobby, Selasa (6/1).

Ia mengatakan kendala yang paling berat, yakni cuaca karena anginnya sangat kencang, sehingga memicu ketinggian ombak hingga lima meter.

"Apabila cuaca mendukung, bisa segera diketahui, tiga hari pun sudah selesai, karena ini cuacanya buruk jadi terhambat, dan malam hari tidak bisa dilakukan pencarian," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, pencarian kotak hitam tidak bisa menggunakan kapal ukuran kecil, seperti KN Trisula dan seharusnya menggunakan kapal navigasi.

"Kalau kapalnya besar, akan semakin maksimal, kapal kecil sulit," katanya.

Selain itu, kendala lainnya yakni kondisi air laut yang berpasir, sehingga membuat jarak pandang semakin karuh serta dipenuhi karang.

"Sebetulnya, kondisi lautnya tidak terlalu dalam karena sejarahnya dulu Kalimantan dan Sumatera bersatu, laut dibentuk karena es yang meleleh," katanya.

Bobby menyebutkan pihaknya juga telah menggunakan peralatan untuk mencari kotak hitam tersebut, di antaranya "scanner sonar", "finger locator", "mutli beam echo founder" dan "remotely operated vehicle".

Selain itu, juga Ditjen Perhubungan Laut telah mengerahkan 11 kapal, yakni tujuh kapal navigasi dan empat kapal patroli Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP).

Kapal-kapal tersebut, di antaranya KN Andromeda, KN Alnilam, KN Mitra Utama, KN Jadayat, KN Alugara, KN Sarotama, KN Cundamani, KN Trisula, KN Bimasakti Utama dan KN Arcturus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×