kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.070   70,00   0,39%
  • IDX 5.796   -145,25   -2,44%
  • KOMPAS100 766   -19,47   -2,48%
  • LQ45 578   -10,78   -1,83%
  • ISSI 201   -4,84   -2,35%
  • IDX30 328   -5,96   -1,78%
  • IDXHIDIV20 406   -5,81   -1,41%
  • IDX80 87   -1,91   -2,15%
  • IDXV30 111   -2,48   -2,18%
  • IDXQ30 106   -1,76   -1,63%

Manajemen AirAsia masih tolak bicara kompensasi


Selasa, 06 Januari 2015 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. 5 Pelumas Alami yang Aman untuk Berhubungan Seks.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SURABAYA. Manajemen AirAsia menolak membicarakan kompensasi bagi keluarga korban pesawat QZ8501. Kompensasi baru akan dibahas setelah proses evakuasi dan identifikasi korban tuntas dilakukan.

"Harapan keluarga saat ini agar anggota keluarganya bisa ditemukan, biar proses evakuasi ini selesai, setelah itu baru kompensasi dibicarakan," kata Direktur Keselamatan dan Keamanan AirAsia Indonesia, Kapten Raden Achmad Sadikin, di Surabaya, Selasa (6/1).

Raden berjanji akan mengikuti aturan yang ada dalam pemberian kompensasi. Besaran yang diberikan saat ini, kata dia, hanya kompensasi awal sebesar Rp 300 juta untuk masing-masing keluarga. "Ini untuk operasional keluarga sambil menunggu proses evakuasi," kata dia.

Nilai asuransi kecelakaan penerbangan, jika mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan tahun 2011 tentang asuransi kecelakaan penerbangan, maka manajemen AirAsia harus memberikan kompensasi sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang.

Pesawat AirAsia QZ8501 mengalami kecelakaan pada 28 Desember 2014 lalu di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pesawat yang membawa 155 penumpang dan awak pesawat itu akan terbang ke Singapura dari Terminal II Bandara Internasional Juanda Surabaya. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×