Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa sampai Selasa (6/1) ini, sudah tujuh pejabat digeser dari posisinya terkait izin terbang AirAsia QZ8501. Dari jumlah itu, dua di antaranya dinonaktifkan.
"Jadi hari ini total ada 7 orang, yaitu 2 dari Kemenhub, 3 orang dari AirNav, dan 2 orang dari AP I," ujar staf khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid, di Jakarta, Selasa (3/1).
Adapun pejabat yang digeser dan dinonaktifkan adalah sebagai berikut:
Kemenhub (dinonaktifkan)
- Kepala Bidang Keamanan dan Kelaikan Angkutan Udara, merangkap unit kerja pelaksana slot time, di Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya
- Principal operation inspector Kemenhub di AirAsia
AirNav Indonesia (dimutasi)
- General Manager Perum AirNav Surabaya
- Manager ATS Operation Surabaya
- Senior Manager ATFM dan ATS Kantor Pusat Perum AirNav
PT Angkasa Pura I (dimutasi)
- Department Head Operation AP I cabang Bandara Juanda
- Senior Head PT AP I cabang Bandara Juanda.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menginstruksikan Angkasa Pura dan AirNav memutasi pegawainya yang terbukti terlibat dalam pemberian izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Bahkan, secara khusus, Jonan juga akan mengaudit kementerian yang dipimpinnya. (Yoga Sukmana)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News