kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pergerakan harga komoditas ini pengaruhi neraca dagang Indonesia pada Februari 2021


Senin, 15 Maret 2021 / 14:20 WIB
Pergerakan harga komoditas ini pengaruhi neraca dagang Indonesia pada Februari 2021
ILUSTRASI. Pergerakan harga komoditas ini pengaruhi neraca dagang Indonesia pada Februari 2021


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada bulan Februari 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca dagang pada bulan lalu sebesar US$ 2,00 miliar. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, surplus neraca perdagangan pada bulan lalu disebabkan oleh nilai ekspor yang lebih besar daripada nilai impor.  Terperinci, nilai ekspor pada Februari 2021 tercatat US$ 15,27 miliar. Sementara, nilai impor pada tahun lalu sebesar US$ 13,26 miliar. 

“Pergerakan nilai ekspor dan impor Indonesia pada Februari 2021 ini tak lepas dari peningkatan dan penurunan permintaan komoditas, juga pergerakan harga komoditas,” ujar Suhariyanto, Senin (15/3). 

Baca Juga: Neraca dagang Februari 2021 surplus US$ 2,00 miliar

Seperti contohnya Indonesian Crude Price (ICP) yang pada bulan Januari 2021 tercatat sebesar US$ 53,17 per barel. Pada bulan Februari 2021, ICP naik 13,52% mom menjadi US$ 60,36 per barel. Pun bila dibandingkan dengan Februari 2020, ini naik 6,62% year on year (yoy). 

Kemudian, ada beberapa komoditas non minyak dan gas (non migas) yang juga mengalami peningkatan harga, seperti minyak kelapa sawit yang naik 2,73% mom dan kalau dibandingkan dengan Februari 2020, meroket 39,59% yoy. 

Kemudian, ada juga komoditas karet yang mengalami kenaikan 2,12% mom dan secara tahunan harganya meningkat pesat 45,49% yoy.  Selain itu, ada juga kenaikan harga timah, tembaga, juga perak. 

Sebaliknya, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti batubara yang turun 0,10% mom meski secara tahunan masih meningkat 28,24% yoy. 

Harga emas juga terpantau turun 3,15% mom meski secara tahunan masih naik 13,22% yoy. Kemudian, ada juga penurunan harga dari minyak kernel. 

Selanjutnya: BPS: Ekspor Februari 2021 sebesar US$ 15,27 miliar, naik 8,56% dari tahun lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×