kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Performa transaksi perdagangan RI-China bisa keok akibat perang dagang


Jumat, 10 Mei 2019 / 15:19 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok sepertinya akan berlanjut. Pasalnya, Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan tarif barang-barang China senilai US$ 200 miliar akan meningkat menjadi 25% dari 10%. Hal ini berdampak pada perdagangan RI-China.

Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi Darmin Nasution mengatakan, akibat dari situasi tersebut, performa transaksi perdagangan Indonesia-China bisa keok. Pasalnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok pasti akan melambat sehingga kegiatan ekspor-impor di Tiongkok bisa ikut melambat.

"Neraca dagang kita dengan China menurun, ekspornya menurun bisa juga impornya turun," jelas Darmin di kantornya, Jumat (10/5).

Kendati begitu, Darmin masih optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,3%. Pasalnya pertumbuhan kuartal I-2019 juga tidak menunjukkan penurunan. Selain itu pemerintah juga masih terus berupaya mendorong ekspor.

Pemerintah melalui Kementerian Industri akan menggenjot ekspor industri prioritas yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, dan kimia. "Tinggal kita push saja sehingga ekspor naik," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×