kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.971   -42,00   -0,23%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Per Akhir Agustus 2023, Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,98% Dibandingkan Juli 2023


Sabtu, 09 September 2023 / 14:53 WIB
Per Akhir Agustus 2023, Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,98% Dibandingkan Juli 2023
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - LABUAN BAJO. Ketidakpastian yang terjadi di global, memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah pada Agustus 2023.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Erwindo Kolopaking menyebut, nilai tukar rupiah per 31 Agustus 2023 melemah sebesar 0,98% dibandingkan level akhir Juli 2023.

"Peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar rupiah pada akhir agustus 2023 melemah secara point to point," terang Erwindo, Sabtu (9/9).

Baca Juga: Rupiah Melemah Sepanjang Pekan Saat Dolar AS Terus Menguat

Meski memang menurun bila dibandingkan dengan akhir bulan Juli 2023, nilai tukar rupiah secara year to date (YtD) atau dibandingkan dengan akhir 2022 tetap menguat.

Adapun penguatan nilai tukar rupiah secara YtD adalah sebesar 2,22%.

Ini juga lebih baik bila dibandingkan dengan penguatan nilai tukar rupiah negara sebaya, seperti Rupee India yang sebesar 0,06% YtD.

Pun lebih baik dibandingkan dengan penguatan nilai tukar Thailand yang sebesar 1,06% YtD dan Filipina yang naik 1,54% YtD.

Erwindo menyebut, BI akan tetap menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Terlebih, rupiah diyakini akan tetap stabil.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Stabil di Level Rp 15.328 Per Dolar AS Pada Hari Ini (8/9)

"Seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, inflasi yang rendah, dan imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×