kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Penyidik bantah ada ancaman ke saksi e-KTP


Jumat, 24 Maret 2017 / 13:41 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah meminta keterangan dengan paksaan terhadap Miryam S. Haryani, legislator yang menjadi salah satu saksi kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik (e-KTP)

"Saya pastikan tidak ada ancaman. Yang ancam siapa nanti dijelaskan," kata Novel di KPK, Jumat (24/2).

Novel pun menjelaskan Miryam diperiksa oleh KPK sebanyak 4 kali di kasus dugaan korupsi e-KTP . Pada tiap-tiap pemeriksaan penyidik yang meminta keterangan pun berbeda. Novel pun mengaku tidak tahu kalau Miryam menangis ketika diperiksa. "Diperiksa 4 kali. Masing-masing yang memeriksa berbeda," imbuhnya.

Seperti diketahui, Miryam mengaku para penyidik KPK mengancamnya. Ia pun memberikan keterangan secara asal-asalan. "Untuk menyenangkan mereka, saya jawab asal aja, yang mulia," kata Miryam dalam kesaksiannya kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×