kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Penyaluran kredit melambat, BI catat pembiayaan dari pasar modal bergeliat


Kamis, 24 Oktober 2019 / 19:28 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil RDG BI Oktober 2019 melalui konferensi pers, Kamis (24/10). BI turunkan suku bunga acuan di 5,25%.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Dengan begitu, pelaku usaha mengincar penerbitan Obligasi, EBA, Sukuk, dan MTN dengan pertimbangan cost of borrowing yang lebih rendah. 

“Ini sinergi yang kami lakukan dengan OJK, di mana pembiayaan didorong agar tidak hanya dari perbankan tetapi juga dari pasar modal,” tandas Perry. 

Baca Juga: Ini alasan BI pangkas suku bunga acuan empat kali berturut-turut

Sementara Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, situasi likuiditas yang ketat pada sejumlah perbankan dan naiknya tingkat rasio kredit macet atau Non-Perfroming Loan (NPL) menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga deposito dan kredit secara cepat.

Di tengah situasi tersebut, mekanisme pasar pun terjadi di mana pelaku usaha akhirnya lebih memilih untuk mencari sumber pendanaan di pasar modal. 

“Harusnya dengan adanya kompetisi ini, perbankan akan secara gradual makin menurunkan suku bunga kreditnya. Tapi untuk saat ini, kecepatan dan besaran penurunan suku bunga kredit perbankan belum bisa sesuai harapan,” tutur Josua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×