kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Penurunan yield obligasi pemerintah akan berlanjut


Selasa, 12 Desember 2017 / 17:39 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indikator Likuditas yang dirilis oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan, pasar obligasi negara berkembang secara umum menunjukan adanya tekanan dengan kenaikan yield selama bulan November 2017.

Sementara itu, yield obligasi pemerintah Indonesia terpantau turun sebesar 28 basis poin (bps) di bulan lalu menjadi 6,52%. Setelah turun di bulan Oktober 2017, kepemilikan asing atas surat berharga negara (SBN) rupiah meningkat sebesar Rp 34,61 triliun pada bulan lalu menjadi Rp 830,81 triliun.

Sementara itu, proyeksi LPS hal ini bakal berlanjut. LPS menyebut bank sentral Amerika Serikat bakal menaikan suku bunga acuannya di bulan Desember 2017 ini. Pasalnya, senat Amerika Serikat telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pajak setelah sebelumnya DPR AS meloloskan RUU pajak itu pada 16 November 2017.

Akan tetapi, DPR dan Senat AS masih perlu untuk melakukan rekonsiliasi mengingat masih adanya perbedaan versi di antara keduanya.

"Masih adanya pertentangan di antara para pembuat kebijakan ini dinilai dapat menimbulkan ketidakpastian," ujar Doddy Ariefianto, Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (12/12).

Lebih lanjut, di sisi lain pasar obligasi ini diperkirakan juga akan terpengaruh oleh ekspektasi kenaikan Fed Rate yang diperkirakan naik bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×