kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Penurunan SRBI Belum Efektif Dongkrak Permintaan Kredit, Perlu Diiringi Stimulus


Kamis, 24 Juli 2025 / 19:20 WIB
Penurunan SRBI Belum Efektif Dongkrak Permintaan Kredit, Perlu Diiringi Stimulus
ILUSTRASI. Bank Sentral Tahan Suku Bunga —Logo Bank Indonesia (BI) di gedung BI, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Langkah BI mengurangi outstanding SRBI diharapkan meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorng pertumbuhan kredit.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Analisis uang beredar BI juga menunjukkan mismatch. Pada Juni 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,6% yoy, namun kredit hanya naik 7,6% yoy. Artinya, meski likuiditas meningkat, penyaluran kredit tetap belum optimal.

Dari sisi jenis kredit, hanya kredit konsumsi yang mencatat pertumbuhan stabil. Sementara kredit modal kerja melambat menjadi 4,3%, dan kredit investasi tumbuh 12,2%, namun juga turun tipis dibanding bulan sebelumnya.

“Ini menunjukkan preferensi risiko perbankan yang masih konservatif, hanya menyasar sektor-sektor tertentu seperti industri pengolahan dan jasa,” kata Josua.

Ia menilai, agar kebijakan pelonggaran likuiditas lebih efektif, BI perlu mempertimbangkan insentif tambahan yang mendorong bank menyalurkan kredit ke sektor produktif.

Baca Juga: Gubernur BI: Imbal Hasil SBN dan SRBI Masih Menarik bagi Investor Asing

“Meskipun secara teori pengurangan SRBI akan meningkatkan likuiditas, efektivitasnya tetap tergantung pada risk appetite bank, prospek sektor riil, dan kualitas peluang kredit yang tersedia,” ujar Josua.

Karena itu, Josua menekankan pentingnya langkah lanjutan seperti perbaikan permintaan kredit, peningkatan kualitas debitur, serta strategi mitigasi risiko di sektor riil.

“Tanpa langkah tersebut, kebijakan pengurangan outstanding SRBI saja tidak akan secara otomatis meningkatkan pertumbuhan kredit yang diharapkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×