kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Defisit APBN Melebar Jadi 2,35% PDB Per November 2025


Kamis, 18 Desember 2025 / 16:17 WIB
Defisit APBN Melebar Jadi 2,35% PDB Per November 2025
ILUSTRASI. Konferensi pers APBN KiTa (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN hingga November 2025 mencapai 2,35% dari Produk Domestik Bruto (PDB) setara Rp 560,3 triliun. Posisi tersebut melebar jika dibandingkan dengan posisi defisit APBN di Oktober 2025 yang sebesar 2,02% PDB.

Kendati begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan angka tersebut masih dalam batas aman. "Ini masih dalam batas aman terkelola dan sesuai dengan desain APBN," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga: Penerimaan Loyo, Defisit Rawan Melebar, APBN 2025 Di Tepi Jurang?

Pelebaran defisit ini terjadi lantaran realisasi belanja negara lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan negara yang masuk. Tercatat, realisasi pendapatan negara hingga November 2025 mencapai Rp 2.351,5 triliun atau setara 82,1% dari outlook.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 2.911,8 triliun hingga November 2025 atau setara 82,5% dari outlook. "Ini mencerminkan belanja pemerintah yang terus diarahkan untuk menjaga momentum ekonomi dan mendukung program prioritas," kata dia.

Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer mencatat defisit sebesar Rp 82,2 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×