kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Penurunan investasi menjadi sumber utama kontraksi ekonomi Indonesia di 2020


Jumat, 05 Februari 2021 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto saat memaparkan inflasi Januari 2021, Senin (1/2) di kantor BPS Pusat, Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2020 berada di zona negatif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun lalu tumbuh minus 2,07% year on year (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari sisi pengeluaran, sumber utama kontraksi di sepanjang tahun 2020 adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi dengan kontribusi terhadap kontraksi 1,63%.

“Sumber kontraksi ada di PMTB. Kemudian disusul dengan konsumsi rumah tangga yang dengan kontribusi 1,43%,” tegas Suhariyanto, Jumat (5/2) via video conference.

Terperinci, komponen investasi pada sepanjang tahun 2020 mengalami pertumbuhan minus 4,95% yoy. Penurunan investasi bisa dilihat di penjualan semen domestik yang tumbuh minus 10,38% yoy.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia tahun 2020 minus 2,07% yoy, pertumbuhan negatif pertama sejak 1998

Tak hanya itu, volume penjualan kendaraan untuk barang modal juga terpantau minus 41,83% yoy serta nilai impor barang-barang modal yang tumbuh negatif 16,73% yoy.

Kemudian, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh minus 2,63% yoy. Kontraksi komponen ini didorong oleh masih rendahnya daya beli masyarakat.

Ini tercermin dari penjualan eceran yang tumbuh minus 12,03% yoy, impor barang konsumsi tumbuh minus 10,93% yoy, penjualan wholesale mobil penumpang dan sepeda motor terkontraksi masing-masing sebesar minus 50,49% yoy dan minus 43,54% yoy.

Baca Juga: BPS catat pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 minus 2,07%




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×