kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Penurunan ekspor penyebab neraca dagang Desember defisit US$ 270 juta


Senin, 15 Januari 2018 / 14:13 WIB
Konpers BPS mengenai neraca dagang Indonesia


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang Desember 2017 defisit US$ 270 juta. Defisit ini menjadi yang kedua di tahun ini setelah Juli lalu yang tercatat sebesar US$ 271,2 juta.

Defisit tersebut disebabkan oleh penurunan ekspor yang lebih besar dibanding penurunan impor. Ekspor tercatat turun 3,45% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 14,79 miliar. Sementara penurunan impor hanya 0,29% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 15,06 miliar.

Walaupun secara tahunan, baik ekspor maupun impor masing-masing tercatat tumbuh 6,93% year on year (YoY) dan naik 17,83% YoY.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor di Desember tahun lalu itu disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 5,41% dibanding November. Sementara ekspor migas naik 17,96%.

Berdasarkan sektornya, penurunan terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 12,82%. "Pertanian mengalami penurunan. Komoditinya, buah-buahan tahunan, mete, kopi, aromatik, rempah-rempahan, ini yang turun month to month (bulanan)," kata Suhariyanto dalam keterangan pers di kantornya, Senin (15/1).

Sektor pengolahan juga turun 9,98% dibanding bulan sebelumnya. Penyebabnya, penurunan pada ekspor industri makanan, industri kendaraan bermotor, serta industri komputer, barang elektronik, dan optik. Sementara sektor pertambangan dan lainnya naik 18,95%.

Dari sisi impor, penurunannya disebabkan oleh penurunan impor bahan baku atau penolong sebesar 1,17% dibanding bulan sebelumnya. Penurunannya, disebabkan oleh penurunan pada impor helikopter dan circuit hole.

Sementara impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing naik 2,02% dan 2,43%. Meski impor barang konsumsi naik lanjut Suhariyanto, penyumbang terbesar impor masih dari impor bahan baku atau penolong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×