kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penuhi Kebutuhan Pangan, Badan Pangan Nasional Kirim 800 Ton Beras ke NTT


Kamis, 30 Maret 2023 / 11:52 WIB
Penuhi Kebutuhan Pangan, Badan Pangan Nasional Kirim 800 Ton Beras ke NTT
ILUSTRASI. Pengiriman beras dari Provinsi Jawa Timur ke Provinsi NTT dalam rangka memenuhi pasokan dan menjaga stabilitas harga. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) melakukan pengiriman 800 ton beras atau 50 kontainer dengan tujuan Kabupaten Maumere dan Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/3).

Jumlah pengiriman tersebut merupakan pengiriman kedua dari total 1.400 ton beras yang akan dikirim ke sana. Upaya ini merupakan fasilitasi distribusi bahan pangan pokok penting dari daerah surplus ke daerah defisit.

Pengiriman beras dari Provinsi Jawa Timur ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dalam rangka memenuhi pasokan dan menjaga stabilitas harga beras di NTT.

Baca Juga: Pemerintah Akan Gelontorkan Bantuan Beras 10 Kg Kepada 21,3 Juta KPM

Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Andriko Noto Susanto mengatakan, pengiriman kedua ini diperkirakan akan tiba di NTT pada 2 April.

"Kita berharap pengiriman beras ini dapat memenuhi kebutuhan pangan di NTT sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tengah Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) puasa dan Idulfitri sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/3).

Sebelumnya pada 26 Maret lalu telah dilakukan pengiriman sebanyak 600 ton dengan tujuan yang sama. Pengiriman 1.400 ton beras ini dilakukan melalui fasilitas Tol Laut dengan menggunakan kapal Kendhaga Nusantara 5 dan 11 di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan yang dioperasikan oleh PT Pelni (Persero).

"Fasilitasi pendistribusian bahan pangan pokok dan penting antar provinsi ini juga merupakan wujud kehadiran dan respon cepat Pemerintah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di NTT yang sebelumnya sempat bergejolak," tambah Andriko.

Adapun beras yang dikirimkan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog.

Selanjutnya, setelah tiba di tujuan beras tersebut akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar beras di Kabupaten Maumere dan Ende guna mengendalikan harga dan inflasi.

"Ini merupakan bagian dari optimalisasi dan pemanfaatan CBP sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2022 yang mengatur tentang penyaluran CBP. Seperti kita ketahui salah satu tujuan pemanfaatan CBP di antaranya untuk stabilisasi harga antar waktu antar wilayah, menekan inflasi, dan menjaga kualitas gizi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Beras Masih Tinggi karena Bulog Gagal Serap CBP Sejak Tahun Lalu

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan, aktivitas fasilitasi mobilisasi pangan akan terus dilaksanakan secara masif, khususnya pada momen HBKN.

"Di tengah HBKN Ramadan dan jelang Idulfitri ini aksi mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah konsumsi atau defisit akan terus ditingkatkan. Sebelumnya kita sudah lakukan pengiriman antar provinsi untuk cabai, bawang, jagung, telur, ayam dan sapi hidup,” paparnya.

Ia meminta, para pimpinan daerah tidak ragu untuk berkoordinasi dengan NFA apabila di daerahnya mengalami kekurangan pasokan pangan. Pasalnya NFA memiliki program fasilitasi pendistribusian pangan untuk membangun keterhubungan antar daerah surplus dengan daerah defisit.

"Program ini juga beberapa kali di kolaborasi kan dengan program Tol Laut Kemenhub. Daerah yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan komoditas pangan kita himbau untuk berkoordinasi dengan NFA, kita siap fasilitasi pendistribusiannya,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×