kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Peningkatan Skill Pekerja Menjadi Kunci Daya Saing Industri


Kamis, 02 Juli 2026 / 19:09 WIB
Peningkatan Skill Pekerja Menjadi Kunci Daya Saing Industri
ILUSTRASI. Penyerapan Tenaga Kerja (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan hubungan industrial menjadi salah satu aspek penting menjaga daya saing industri nasional di tengah dinamika dunia kerja.

Sejalan upaya tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan bersama PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mendorong implementasi Hubungan Industrial Pancasila. Sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling, reskilling, dan kewirausahaan bagi pencari kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengatakan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan serikat pekerja menjadi kunci dalam membangun hubungan industrial yang kuat, sehat dan berkelanjutan.

Menurut Yassierli, Hubungan Industrial Pancasila merupakan sistem hubungan kerja antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sistem ini menempatkan pekerja dan pengusaha sebagai mitra strategis yang saling membutuhkan, bukan sebagai pihak yang saling berhadapan.

Kementerian Ketenagakerjaan terus mengembangkan kerangka maturitas hubungan industrial untuk mendorong transformasi hubungan kerja dari sekadar kepatuhan menuju hubungan industrial yang kolaboratif, produktif, dan transformatif.

Baca Juga: Purbaya: SAL Akhir 2025 Capai Rp 438 Triliun, Cukup untuk Hadapi Gejolak Ekonomi

Pada tahap tertinggi, hubungan industrial tidak hanya berfokus pada kepentingan internal perusahaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem industri yang tangguh dan berkelanjutan.

"Pada level transformatif, perusahaan dan pekerja memiliki visi yang lebih luas untuk bersama-sama membangun ketahanan industri dan memperkuat Indonesia," jelas dia,dalamketerangannya, Rabu (1/7). 

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR, Indah Kurnia menilai, perhatian perusahaan terhadap keberlanjutan kesempatan kerja bagi pekerja perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan industri.

Direktur HMSP, Rianto Probo Hartono mengatakan, hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi terciptanya hubungan kerja yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.

"Pengalaman kami menunjukkan, membangun usaha bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dijalankan secara konsisten dalam setiap proses," ujarnya.

Menurutnya, hubungan industrial yang kuat tidak terbentuk secara instan, melainkan tumbuh melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi yang dibangun secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×