kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Pengusaha industri besi dan baja minta pengawasan impor ditingkatkan


Rabu, 16 Oktober 2019 / 18:28 WIB
ILUSTRASI. Peresmian Pabrik Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS)-KRAS Harap Produk KNSS Bisa Subtitusi Impor. Peresmian Pabrik KNSS. KNSS Investasikan US$ 300 Juta Untuk Pabrik GAPL


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi industri besi dan baja Indonesia (IISIA) minta pengawasan impor baja ditingkatkan. Pasalnya akan ada penurunan tarif impor baja setelah berlakunya Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia Korea (IK-CEPA) nanti.

"Pengawasan memang mesti selalu menjadi perhatian," ujar Ketua Umum IISIA Silmy Karim saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (16/10).

Baca Juga: Ekspor Indonesia ke Korea Selatan ditargetkan naik hingga 20% setelah IK-CEPA diteken

Baja merupakan salah satu tarif yang diturunkan Indonesia untuk Korea agar menjadi bahan baku bagi investasi industri otomotif yang akan masuk dari Korea.

Penurunan tarif dinilai Silmy bukanlah masalah. Hal itu selama jenis baja yang dibutuhkan masih belum diproduksi oleh industri di Indonesia. "Penurun tarif impor selama memang belum diproduksi di Indonesia tidak akan menekan produksi baja dalam negeri," terang Silmy.

Untuk industri otomotif Silmy bilang tidak semuanya bisa dipenuhi dengan baja lokal. Namun begitu perlu pengawasan mengingat adanya pelaku curang yang mengalihkan HS Code untuk menghindari bea masuk.

Baca Juga: Kemendag ingatkan lonjakan impor di tahun awal pemberlakuan IK-CEPA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×