kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,68   -0,95   -0.09%
  • EMAS957.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Penguatan Sentra Produksi Diperlukan untuk Pencapaian Target Swasembada Jagung 2023


Jumat, 23 September 2022 / 16:21 WIB
Penguatan Sentra Produksi Diperlukan untuk Pencapaian Target Swasembada Jagung 2023
ILUSTRASI. Penguatan Sentra Produksi Diperlukan Dalam Pencapaian Target Swasembada Jagung di 2023. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc/18.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan terwujudnya swasembada jagung pada tahun 2023.

Pengamat Pertanian dan Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Medan Posman Sibuea optimis dengan target tersebut.

"Kita optimis dengan target itu dengan melihat keseriusan pemerintah membenahi di hulu," kata Posman kepada Kontan.co.id, Jumat (23/9).

Namun, kesuksesan pencapaian swasembada jagung pada tahun depan, perlu mengutamakan penguatan di sentra-sentra produksi jagung di Indonesia.

Baca Juga: Kementan Targetkan Swasembada Jagung Tahun Depan

"Pemerintah harus melakukan penguatan produksi jagung di sentra sentra produksi," imbuhnya.

Adapun penguatan dapat dilakukan melalui pemanfaatan benih unggul, mekanisasi dan pasca panen yang baik. Hak tersebut berkaca pada produksi jagung saat ini per hektar baru mencapai 7 ton. Sedangkan target pemerintah harus dapat meningkatkan produksi menjadi 12 ton per hektar. Maka penguatan di sisi sentra diperlukan.

"Upaya peningkatan ini harus dikawal dengan penyediaan bibit unggul, pupuk, mekanisasi, pasca panen yang lebih baik dan penyediaan kredit usaha tani kepada petani. Dengan demikian baik intensifikasi maupun ekstensifikasi bisa terwujud dengan baik di tahun 2024," jelasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengatakan, untuk mencapai target swasembada jagung di tahun depan, Pemerintah perlu memperhitungkan musim tanam yang tepat agar tercipta optimalisasi produktivitas.

Selanjutnya, peningkatan penyuluhan di level petani perlu diperluas. Pemerintah juga diminta untuk menyediakan bibit unggul jagung. Selain teknikal, mencapai swasembada jagung diperlukan penyiapan areal tanam.

Adapun untuk lahan tanam, Darori menyebut Kementerian Pertanian perlu menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penyiapan lahan tanam.

"Perlu kerjasama dengan KLHK areal tanam, menyediakan areal perhutanan sosial di Jawa cukup luas lebih 200.000 hektar. Kemudian pupuk subsidi disediakan tepat waktu itu yang prioritas dilaksanakan oleh Kementan," ujar Darori

Baca Juga: Tahun 2023, Pemerintah akan Membuka 115.000 Hektare Lahan Sorgum

Sebagai informasi, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Moh. Ismail Wahab mengatakan target tersebut bahkan sudah disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) dalam rapat kerja bersama DPR RI beberapa waktu lalu.

"Tahun depan kita targetkan swasembada jagung. Karena tahun ini kita sudah swasembada beras, dan insyaAllah tahun depan kita bisa swasembada jagung mudah-mudahan kondisi iklimnya seperti yang sebelum-sebelumnya artinya curah hujan tetap bagus sepanjang tahun," kata Ismail dalam Webinar Pataka 76 "Pro Kontra Ekspor Jagung", Kamis (22/9).

Adapun tahun ini, Kementerian pertanian menargetkan sasaran produksi jagung tahun 2022 diantaranya luas tanam ditargetkan 4,26 juta hektar. Di mana luas panen sebesar 4,1 juta hektar dengan produktivitas 56,11 kuintal per hektar dan produksi 23,1 juta ton.

Ia memaparkan, perkembangan produksi jagung dari tahun 2019-2021, yakni luas panen jagung rata-rata meningkat 0,72% sepanjang periode tersebut. Di mana pada tahun 2019 luas panen ialah 4,089 juta hektar, kemudian meningkat menjadi 4,10 juta hektar pada 2020 dan menjadi 4,14 juta hektar pada 2021.

Kemudian produktivitas rata-rata meningkat 0,28% namun Ismail mengakui terjadi penurunan produktivitas di tahun 2021. Rinciannya tahun 2019 produktivitas jagung nasional sebesar 55,23 kuintal per hektar, kemudian tahun 2020 meningkat menjadi 55,78 kuintal per hektar dan tahun 2021 kemarin produktivitas menjadi 55,54 kuintal per hektar.

Baca Juga: Sediakan Lahan 650.000 hektare, Kementan Berharap Bisa Kurangi Impor Kedelai

Produksi rata-rata jagung dari 2019-2021 meningkat 1,01%. Adapun rencana tahun 2019 produksi jagung sebesar 22,5 juta ton, meningkat 1,48% di tahun 2020 menjadi 22,92 juta ton. Dan pada tahun 2021 produksi jagung berada di angka 23,04 juta ton.

Ismail mengatakan bahwa jagung menjadi komoditas favorit bagi petani karena harganya yang kondusif dan menguntungkan.

"Sehingga petani sekarang kalau nanam adalah lebih banyak memilih tanaman jagung itu untuk wilayah-wilayah lahan kering," kata Ismail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×