kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Penguatan Mutu Menjadi Tantangan Pengembangan Pendidikan Kedokteran


Minggu, 09 Agustus 2026 / 19:31 WIB
Penguatan Mutu Menjadi Tantangan Pengembangan Pendidikan Kedokteran
ILUSTRASI. Tenaga kesehatan (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan tenaga dokter di Indonesia mendorong penambahan kapasitas pendidikan kedokteran. Namun, peningkatan jumlah program pendidikan dokter perlu dibarengi  pemenuhan standar akademik, kompetensi lulusan hingga keselamatan pasien.

Kondisi tersebut menyebabkan penguatan kualitas menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan fakultas kedokteran baru. Perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga tata kelola akademik serta sistem pembelajaran yang memenuhi standar pendidikan kedokteran.

Itu sebabnya Universitas Esa Unggul menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) untuk menjalankan program pengampuan pendidikan kedokteran. Kerjasama mencakup Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Universitas Esa Unggul.

Dekan FKUI, Anna Rozaliyani mengatakan, peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas pendidikan.

Baca Juga: BI: Penerbitan Obligasi Daerah Bisa Menopang APBD Saat Fiskal Terbatas

"Perluasan kapasitas pendidikan harus selalu diiringi dengan komitmen yang kuat terhadap kualitas. Mutu pendidikan, pencapaian kompetensi lulusan, keselamatan peserta didik dan keselamatan pasien merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan," kata Anna dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Program pengampuan tidak hanya ditujukan untuk mendampingi perguruan tinggi dalam memenuhi standar pendidikan. Kerja sama tersebut juga untuk membangun tata kelola akademik dan budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran.

FKUI akan memberikan pendampingan kepada Universitas Esa Unggul dalam penyelenggaraan pendidikan dokter hingga program studi tersebut dapat berkembang secara mandiri. Dosen FKUI juga akan terlibat dalam proses pembelajaran bersama tenaga pengajar Universitas Esa Unggul.

Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja mengatakan, program pengampuan setelah universitas tersebut membuka Fakultas Kedokteran pada tahun ini. Kerjasama tersebut untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan sejak tahap awal.

"Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan kedokteran yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada mutu," kata Arief.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul, Murti Andriastuti menambahkan, pengembangan fakultas kedokteran tersebut diarahkan pada pendidikan berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi lintas disiplin.

Menurutnya, kolaborasi dengan FKUI diharapkan  mendukung penyelenggaraan pendidikan untuk menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi sekaligus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×