kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Pengiriman TKI ke Timur Tengah tunggu sistem baru


Selasa, 17 Juli 2018 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Demo Tolak Hukuman Mati


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan sistem satu pintu untuk pengiriman dan pengawasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah. Sebelum sistem tersebut jadi, maka moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah akan tetap berlanjut.

Pemerintah menghentikan pengiriman pekerja migran, khususnya untuk pembantu rumah tangga, di seluruh negara Timur Tengah sejak tahun 2015. Negara-negara tersebut adalah Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Kuwait, Irak, Lebanon, Libia, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Sudan, Qatar, Palestina, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania. Pasalnya, banyak TKI yang menjadi korban kekerasan yang berujung kematian.

"Moratorium tidak dibuka. Kami mencari kanal perlindungan yang lebih baik," ujar Maruli A Hasoloan, Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja saat ditemui di DPR, Senin (16/7).

Perlindungan dan pengawasan TKI akan dilakukan melalui satu pintu. Pemerintah Indonesia maupun negara tujuan TKI wajib mengawasi dan melindungi pekerja migran asal Indonesia. Keterlibatan negara tujuan juga dilakukan sejak awal kontrak kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×