kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.913   -6,00   -0,04%
  • IDX 7.704   126,73   1,67%
  • KOMPAS100 1.076   17,41   1,65%
  • LQ45 784   12,04   1,56%
  • ISSI 272   4,61   1,72%
  • IDX30 417   7,26   1,77%
  • IDXHIDIV20 510   8,13   1,62%
  • IDX80 121   1,76   1,48%
  • IDXV30 138   1,94   1,42%
  • IDXQ30 134   2,17   1,64%

Pemerintah Kucurkan Rp 11,92 Triliun Bantuan Pangan Jelang Ramadan-Lebaran


Selasa, 10 Februari 2026 / 16:19 WIB
Pemerintah Kucurkan Rp 11,92 Triliun Bantuan Pangan Jelang Ramadan-Lebaran
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Lailatul Anisah) Pemerintah menyiapkan stimulus bantuan pangan senilai Rp 11,92 triliun guna memperkuat daya beli masyarakat periode Ramadan dan Lebaran 2026.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan stimulus bantuan pangan senilai Rp 11,92 triliun guna memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik di periode Ramadan dan Lebaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sisi permintaan (demand side) di tengah momentum musiman yang biasanya mendorong aktivitas ekonomi nasional.

"Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp 12,83 Triliun untuk Diskon Transportasi dan Bantuan Pangan

Program ini ditargetkan menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM), terutama masyarakat kelompok desil 1 hingga desil 4 atau kelompok berpendapatan rendah hingga menengah bawah.

Airlangga menjelaskan, bantuan pangan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Penyaluran bantuan direncanakan mulai berlangsung pada bulan Ramadan atau sekitar Februari 2026. Pemerintah juga meminta dukungan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran logistik distribusi bantuan kepada masyarakat.

"Dan pemerintah maupun K/L yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelanjaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan," ungkap Airlangga.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program stimulus ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, Indonesia Dorong Diversifikasi Pasar dan Integrasi ASEAN

Selanjutnya: Daya Beli Masih Tertekan, Industri Hotel & Restoran Putar Strategi Jaga Kinerja 2026

Menarik Dibaca: Miliaran Orang Beresiko Kena Demam Berdarah Dengue, Ini Solusinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×