kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengamat: Sektor migas dikuasai akuntan


Selasa, 25 November 2014 / 10:43 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Bekasi & Bogor Hari Ini (9/6), Biaya Perpanjang SIM C Rp 75.000


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Peneliti dari Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia (AEPI), Dani Setiawan menilai, saat ini sektor minyak dan gas (migas) nasional telah dikuasai akuntan.

Dani mengatakan, format APBN sudah lama diakali dengan perhitungan rekayasa finansial melalui sistem akuntansi kapitalistik. Kondisi tersebut menjadikan format APBN tidak serius dibuat untuk dijalankan pemerintah sesuai konstitusi.

"Dunia kapitalisme sangat identik dengan permainan akuntansi dan keuangan. Ada upaya untuk menjadikan akuntansi sebagai kejahatan ekonomi. Semua harus dibongkar," kata Dani kepada wartawan, Senin (24/11) kemarin.

Dengan terpilihnya Amien sebagai kepala SKK Migas dan Sudirman Said Menteri ESDM, Dani menilai, jelas sekali ada indikasi membentuk sebuah jaringan.

"Sejak penunjukan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, pemerintahan Joko Widodo tidak sungguh-sungguh ubah tata kelola sektor migas terutama pemberantasan mafia migas," kata Dani.

Yang kedua, kata dia, Ketua SKK Migas yang baru. "Meskipun berasal dari KPK, tetapi melihat track record, maka dengan mudah menyimpulkan ada upaya menjadi sektor migas menjadi perhatian khusus dengan menempatkan orang-orang dengan latar belakang akuntan," ujarnya.

"Kalau disederhanakan kepentingan kapitalisme global sangat gampang berkawan dengan kelompok akuntan," ujarnya lagi.

Menurutnya, dalam pemerintahan Jokowi tidak ada hal yang baru dalam pengelolaan sumber daya alam jika orang yang ditempatkan di sektor migas memiliki point of interest yang cukup tinggi. (Wahyu Aji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×