kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pengamat: Pemerintah perlu fokus jalankan pemulihan ekonomi untuk hindari resesi


Selasa, 23 Juni 2020 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Alat berat crane proyek pembangunan gedung perkantoran tampak tidak beroperasi pada jam kerja di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Selain menyebabkan mandeknya berbagai bidang usaha, wabah Covid-19 juga berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia. Jika wabah Covid


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

Yusuf sendiri menilai, peluang Indonesia untuk selamat dari ancaman resesi memang ada tetapi relatif kecil. Alasannya, proses evaluasi dari penyaluran bansos tentu membutuhkan waktu. Adapun masa proses evaluasi ini disinyalir masih akan terjadi pada kuartal III mendatang.

"Bantuan insentif ini baru akan terjadi di kuartal ke IV-2020 nanti. Di kuartal terakhir inilah potensi ekonomi Indonesia baru bisa lepas dari jeratan resesi," kata Yusuf.

Baca Juga: Sri Mulyani sebut pemerintah akan meredesain anggaran mulai 2021

Lebih lanjut Yusuf memproyeksi, dengan asumsi pemerintah tidak menghadapi gelombang kedua dari pandemi, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan terkontraksi di kisaran -2% sampai -3%.

Kemudian, di kuartal III pertumbuhan ekonomi akan berangsur membaik tetapi masih berada di level kontraksi -1% sampai dengan 1,5%. Selanjutnya, dengan asumsi kasus sudah menurun dan ada evaluasi bantuan, maka kuartal IV bisa tumbuh di kisaran 1% hingga 2%.

Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan hanya akan berada di kisaran 0% saja. Namun, proyeksi ini bersifat dinamis tergantung dari pandemi dan kebijakan pemerintah yang akan dilakukan di waktu mendatang.

Baca Juga: Ekonomi Jakarta terpukul pandemi Covid-19, ini resep dari Indef

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×