kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.106   -19,00   -0,10%
  • IDX 6.039   1,63   0,03%
  • KOMPAS100 788   -0,54   -0,07%
  • LQ45 598   -4,33   -0,72%
  • ISSI 210   2,75   1,33%
  • IDX30 338   -2,50   -0,73%
  • IDXHIDIV20 421   -1,95   -0,46%
  • IDX80 90   -0,13   -0,15%
  • IDXV30 115   0,61   0,53%
  • IDXQ30 109   -0,57   -0,52%

Pendapatan negara di RAPBN 2014 Rp 1.667,1 triliun


Rabu, 02 Oktober 2013 / 22:29 WIB
ILUSTRASI. Diabetes tipe 2 ini bisa menyerang siapapun dari berbagai kalangan usia, tua atau muda


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah menyepakati anggaran pendapatan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014. Kelak, anggaran ini akan menjadi acuan dalam pembahasan berikutnya.

Dalam RAPBN itu, pendapatan negara disepakati sebesar Rp 1.667,1 triliun. Rinciannya, pendapatan dalam negeri Rp 1.665,8 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.280,4 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 385,4 triliun. Sisanya adalah penerimaan hibah sebesar Rp 1,4 triliun.

Banggar DPR dan pemerintah juga menyepakati belanja subsidi sebesar Rp 282,1 triliun. Detailnya, subsidi bahan bakar minyak (BBM), Liquid Petroleum Gas (LPG), dan bahan bakar nabati (BBN) sebesar Rp 210,7 triliun dan subsidi listrik Rp 71,4 triliun.

"Uang ini sudah disepakati meskipun sifatnya sementara," ujar Wakil Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro usai rapat Banggar di DPR, Rabu (2/10).

Dalam Panja selanjutnya akan dibahas mengenai belanja kementerian/lembaga dan transfer daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×