kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Pemerintah tetapkan defisit APBN 2021 mencapai 4,17% dari PDB


Selasa, 12 Mei 2020 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"Hal ini mengingat kebijakan fiskal menjadi instrumen yang sangat strategis dan vital dalam proses pemulihan ekonomi," kata Sri Mulyani.

Adapun Sri Mulyani mengatakan kebijakan pembiayaan di tahun 2021 mendatang, diarahkan untuk mendukung countercyclical dalam stabilisasi ekonomi. Di dalam upaya ini, beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai berikut.

Pertama, peningkatan akses pembiayaan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), UMi, dan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani prediksi penerimaan negara tahun depan masih seret

Kedua, pendalaman pasar efisiensi cost of borrowing, serta efektivitas kuasi fiskal untuk akselerasi daya saing dan peningkatan ekspor.

Ketiga, dukungan restrukturisasi BUMN, penguatan BLU, dan sovereign well funds untuk mendukung pemulihan ekonomi dan akselerasi pembangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×